Ultimate magazine theme for WordPress.

Menjadi Masyarakat Pancasila di Era Digital

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kota Palembang, Senin (30/8).(BP/IST)

Palembang, BP- Menuju era masyarakat digital tidak serta merta merubah nilai-nilai Pancasila sebagai petunjuk dalam berinteraksi di dunia digital.

Hal tersebut dikemukakan Koordinator Program Studi (Prodi) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) Universitas Sriwijaya (Unsri), Sulkipani MPd saat menjadi narasumber Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kota Palembang, Senin (30/8).

Dalam webinar yang mengangkat tema “Menjadi Masyarakat Pancasila di Era Digital,” Peneliti bidang kajian Pancasila dan Kewarganegaraan ini mengulas dari sudut pandang budaya digital (digital culture). “Budaya digital adalah suatu keharusan, dan merupakan prasyarat dalam melakukan transformasi digital karena penerapan budaya digital lebih kepada mengubah pola pikir (mindset) agar dapat beradaptasi dengan perkembangan digital,” katanya.

Pengurus Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI) Sumatera Selatan (Sumsel) ini menilai, setiap pengguna media digital harus memiliki tiga mindset yakni kendali, variatif source dan tanggung jawab.

Menurutnya tiga aspek penting dalam membangun budaya digital. Aspek pertama participation, yakni masyarakat berpartisipasi memberikan kontribusi untuk tujuan bersama. Kemudian remedition, merubah budaya lama menjadi budaya baru yang lebih bermanfaat. Dan aspek ketiga bricolage, memanfaatkan hal-hal yang sudah ada sebelumnya untuk membentuk hal baru.

Baca:  Tehnologi Digital Harus Junjung  Produktivitas Masyarakat

“Supremasi nilai-nilai Pancasila dalam konteks budaya digital masing-masing mencerminkan dari kelima sila dalam Pancasila yakni nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan/musyawarah, dan nilai keadilan,” katanya.

Sedangkan narasumber keempat, Tomy Siahaan SIP yang mengangkat judul “Menjadi Masyarakat Pancasila di Era Digital : Revolusi Mental dengan Kearifan Lokal”. Sepanjang waktu 20 menit, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Advokasi Dewan Pimpian Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumsel menjelaskan secara gamblang perjalanan revolusi mental di Indonesia.

“Sejak pertama kali dicetuskan oleh Presiden Republik Indonesia yang pertama, Ir H Soekarno pada Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1956 dengan fokus utama membangun jiwa bangsa dan diimplementasikan dalam bentuk hidup sederhana, gerakan kebersihan dan kesehatan, membangkitkan jiwa gotong-royong, gerakan pemberantasan buta huruf, dan melancarkan jawatan dan perusahaan negara,” katanya.

Selanjutnya revolusi mental di era pemerintahan Presiden Joko Widodo dituangkan dalan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental dan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Permenko PMK) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pedoman Umum Gerakan Revolusi Mental.

Baca:  Cerdas Memilih Informasi di Ruang Digital

“Antara lain direalisasikan ke dalam Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia Mandiri, dan Gerakan Indonesia Bersatu,” katanya.

Sebelum Sulkipani dan Tomy Siahaan, moderator Muhammad Habib Hidayatullah juga menghadirkan dua narasumber berkompeten masing-masing Perekayasa Teknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr Nendar Herdianto SSi MSi mengangkat materi berjudul “Kecakapan Digital: Jaga Bersama Ruang Digital Kita”, dan Akademisi Unitomo yang juga Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda Jawa Timur (Jatim) Dr Meithiana Indrasari ST MM dengan materi berjudul “Digital Safety on Social Media”.

Webinar ini sendiri dimulai pukul 09.00 yang dibuka oleh moderator Muhammad Habib Hidayatullah. Kemudian menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI.

Lantas keynote speech kedua disampaikan Wali Kota Palembang H Harnojoyo yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar tersebut. Selain itu, turut hadir menghangatkan suasana dan memotivasi peserta webinar yakni Qonitah Azzahra, Founder @halomentors dan Trainer Market Place sebagai Key Opinion Leader (KOL).

Baca:  Kepemimpinan Milenial di Era Digital

Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator Muhammad Habib Hidayatullah mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 937 orang peserta dari kalangan mahasiswa dan dosen.

Untuk webinar selanjutnya imbuh Suryati, diselenggarakan Selasa (31/8) dengan tema “Literasi Digital: Menjaga Kualitas Belajar dari Rumah” yang bakal menghadirkan empat narasumber berkompeten antara lain Dian Ikha Pramayanti SPt MSi (Dosen dan Penulis), Dr Beginer Subhan (Dosen dan Akademisi), Dr Ir Hj Tri Widayatsih MSi (Dosen Pascasarjana Universitas PGRI Palembang) dan Rozali SPd MPd (Kepala SMA Negeri 10 Palembang). #osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...