Ultimate magazine theme for WordPress.

Pemilik Manchester United, Pebisnis Andal Asal Amerika

Avram, Malcom dan Joel Glazer, Keluarga Pemilik Manchester United. (BP/IST)

Manchester, BP–Malcolm Glazer telah menjadi pemilik MU sejak 2005, setelah Malcom Glazer membeli mayoritas saham MU (90 persen), melalui Red Football Ltd.

Sederet prestasi MU di bawah kemudi Glazer, sejak tahun 2005. MU berhasil meraih lima trofi Community Shield, tiga kali juara Piala Liga, lima gelar juara Premier League, satu trofi Liga Champions dan satu kali juara Piala Dunia Antarklub. Sebuah capaian yang luar biasa, dan belum tentu bisa disamai oleh banyak pemilik klub sepakbola di dunia ini.

Memang sebenarnya torehan prestasi MU itu tak terlepas dari jerih payah Sir Alex Ferguson. Tapi jangan lupakan, bahwa salah satu resep kesuksesan Glazer adalah ia tahu bagaimana cara menangani Sir Alex, yaitu dengan cara memberikannya kendali sepenuhnya.

Tak seperti banyak pemilik klub yang ingin nampang dan menunjukkan kekuasaan dengan ikut campur urusan tim, Glazer membiarkan Fergie bekerja sebebas mungkin. Ia membuat manajer kelahiran Skotlandia itu jadi satu-satunya fokus Manchester United di mata pemain dan media. Ini adalah satu resep yang pas digunakan untuk bekerja sama dengan manajer yang control-freak seperti Sir Alex.

Pada tahun 2014 Malcom meninggal, namun kepemilikan saham MU tetap dibagi pada enam anaknya, yakni Joel, Avram, Darcie, Bryan dan Edward Glazer. Penanggung jawab atas pengelolaan club diserahkan pada Joel dan Avram. Keduanya bahkan sudah mengelola klub sejak April 2006, mereka menggantikan Malcom yang saat itu sedang menderita penyakit stroke.

Baca:  Alex Jadi Kunci Kepulangan Cristiano Ronaldo ke Manchester United

Siapakah keluarga Malcom Glazer ini?
Dilansir dari Reuters. Keluarga Glazer adalah salah satu konglomerat asal Amerika Serikat. Malcom Glazer merupakan pria kelahiran New York tahun 1928.
Kisah Malcolm adalah kisah sukses yang dimulai dari bawah. Bernama lengkap Malcolm Irving Glazer lahir di Rochester, New York pada 15 Agustus 1928. Dia merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara, ayahnya Abraham dan Hannah Glazer adalah pasangan imigran Yahudi Lithuania yang mengadu nasib di Amerika, dengan menjalankan bisnis jasa reparasi jam tangan di kota New York.
Saat Malcolm berusia 15 tahun, ayahnya meninggal dunia. Praktis, ia dan saudaranya-lah yang lalu meneruskan bisnis sang ayah untuk menghidupi keluarga.

Malcom memulai usahanya sebagai penjual jam tangan di Amerika, kemudian merambah ke bisnis-bisnis lainnya.

Kekayaan Malcom Glazer cepat membengkak karena ia piawai berinvestasi saham. Ia memulai investasinya dengan membeli National Bank of Savanah di New York pada 1963. Lalu berlanjut ke investasi lainnya, seperti real estate, stasiun televisi dan perusahaan kesehatan.
Pada 1984, ia berhasil mengakuisisi jawatan kereta api, Conrail, setelah tawarannya sebesar 760 juta dollar AS diterima oleh pemerintah setempat.

Baca:  Bagaimana Nasib Pogba dan Cavani Setelah Ronaldo Kembali ke Manchester United

Setelah itu Malcolm berturut-turut berhasil mengakuisisi perusahaan perabotan dapur, Formica, mengakuisisi perusahaan kilang minyak lepas pantai, Zapata Corp dan juga membeli sebagian saham produsen sepeda motor mewah, Harley-Davidson.

Rentetan pembelian dan akuisisi inilah yang membuat nama Malcolm Glazer tercatat dalam daftar 400 nama pengusaha terkaya sepanjang masa versi majalah Forbes yang terbit pada 2003.

Geliat Malcolm di dunia olahraga dimulai pada 1995, yaitu ketika ia berhasil mengakusisi salah satu tim peserta NFL, Tampa Bay Buccaneers, dengan mahar 192 juta dolar. Jumlah yang teramat besar untuk tim macam Tampa Bay yang kala itu masih sederhana.

Namun, di bawah tangan dingin Malcolm, klub American Football asal Florida ini berubah menjadi tim yang disegani. Mereka sukses memenangkan 131 pertandingan di musim reguler dan menjadi juara Super Bowl untuk kali pertama pada 2002.

Keberhasilan inilah yang kemudian menjadikan keluarga Glazer begitu disegani di kota Tampa Bay.
Setelah sukses di olahraga Amerika, Malcolm memperlebar sayapnya. Pilihan itu jatuh pada Manchester United, salah satu tim dengan fans terbanyak dan prestasi tersukses di Liga Inggris.

Baca:  Spanduk Tentang Pelecehan Seksual yang Dilakukan Cristiano Ronaldo Terbang di Langit Old Trafford

Pada pertengahan 2003, Glazer hanya mempunyai 3% saham United. Namun, melihat prospek yang cerah pada bisnis ini, Glazer pun secara bertahap menaikkan jumlah investasi. Pada Mei 2005, ia lalu mengeluarkan dana 790,3 juta poundsterling untuk bisa menguasai United sepenuhnya.

Tapi akuisisi Glazer ini justru mengundang kekecewaan pendukung MU. Pasalnya, 265 juta poundsterling dari dana akuisisi Glazer tersebut diperoleh dengan berutang menggunakan aset klub sebagai agunan. Namun tampaknya kondisi keuangan MU saat ini sudah semakin membaik seiring kepiawaian keluarga tersebut mengelola pemasukan dari sponsor dan lain sebagainya.

Dan hingga saat ini tampaknya klub ini akan terus berjalan sebagaimana Malcolm menginginkannya, yaitu sebagai bisnis. Terbukti dengan kembali di kontraknya sang mega bintang Cristiano Ronaldo, meski dari sisi usia produktifitas permainan, Ronaldo sudah terbilang berusia namun dari sisi market value, sekitar 2 sampai 4 tahun kedepan masih cukup bernilai untuk mengeruk cuan dari sponsor, tiket maupun merchandize dan lain sebagainya. Begitulah konsep sport tainment. #rid/net

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...