Ultimate magazine theme for WordPress.

Tidak Ada Bukti Kolaborasi Taliban dan ISIS dalam Serangan Bom di Bandara Kabul Afghanistan

Bandara Kabul Afghanistan Pasca Ledakan Bom, Kamis, (27/8) (BP/IST)

Kabul, BP – Tragedi dua serangan bom yang terjadi di Bandara Kabul, Afghanistan, Kamis (27/8) membuat Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden murka.

Namun, Joe Biden membantah Taliban dan ISIS berkolaborasi dalam dua serangan bom di bandara Kabul tersebut.

Hal itu diungkapkan Joe Biden dalam konferensi pers di Gedung Putih yang disiarkan lewat akun YouTube White House pada Jumat (27/8).

“Tidak ada bukti sejauh ini berdasarkan yang dilaporkan ke saya dari komandan di lapangan bahwa ada kolusi antara Taliban dan ISIS dalam menyebabkan apa yang terjadi hari ini,” ujarnya.

Baca:  5 Tokoh Pentolan Taliban Paling Berpengaruh di Afghanistan

Akan tetapi, Ia pun tidak memperkirakan bahwa potensi serangan selanjutnya akan dilakukan kolaborasi kelompok itu.

Biden menegaskan pelaku serangan di bandara adalah tindakan ISIS dan memastikan akan memburu pelakunya.

Namun, Biden tidak akan menggelar operasi besar-besaran untuk melakukan itu.

Meski demikian, Joe Biden menyebut siap menambah pasukan di Afghanistan apabila diminta oleh militar AS.

Baca:  Menlu RI Retno Bertemu Perwakilan Taliban di Qatar

Biden menuturkan akan terus melanjutkan evakuasi warga AS dan Afghanistan.

“Apa yang Amerika ucapkan itu penting. Kita bilang akan melakukannya, (maka) kita melakukannya, kecuali ada sesuatu perubahan luar biasa,” kata Joe Biden Biden.

Joe Biden mengatakan masih ada warga Amerika Serikat di Afghanistan, begitu pula pemegang green card, serta personel AS.

Ada pula sekutu-sekutu AS, pemegang kartu SIV (Special Immigrant Visa), serta warga Afghanistan yang membantu personel AS di negara itu.

Baca:  Pemimpin Taliban Ini Pernah ke Indonesia Bertemu Jusuf Kalla

Joe Biden juga turut menyorot kelompok perempuan dan NGO. Ada pula individu-individu yang Joe Biden katakan ingin pergi dari Afghanistan.

Diketahui, bahwa batas deadline evakuasi AS adalah 31 Agustus 2021 dan Taliban menegaskan agar hal itu tidak dilanggar, meski Joe Biden meminta Pentagon dan diplomat AS agar membuka potensi perpanjangan waktu. #ric/net

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...