Ultimate magazine theme for WordPress.

Manfaatkan Tehnologi, Tetap Junjung Nilai Kehidupan Berbudaya Berbangsa dan Bernegara

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Palembang, Kamis (26/8).(BP/IST)

Palembang, BP- Pengetahuan seputar perkembangan anak-anak terutama usia anak-anak dan remaja penting bagi kalangan orang tua di era digital saat ini. Terlebih orang tua dan guru, termasuk semua kalangan masyarakat pada umumnya diharapkan dapat memanfaatkan teknologi digital dengan tetap menjunjung nilai nilai dalam kehidupan berbudaya, berbangsa, dan bernegara.

“Dengan begitu teknologi memberi manfaat dan mendorong produktivitas masyarakat Indonesia,” kata Dra Purwiastuti Kusumastiwi MM, Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Plus Negeri 17 Palembang saat menjadi narasumber Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Palembang, Kamis (26/8).

Menurut wanita yang akrab disapa Ibu Tuti ini, perkembangan budaya digital sangat ditentukan oleh penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Budaya digital mempengaruhi gaya interaksi baru di dalam masyarakat sehingga menimbulkan kebiasaan-kebiasaan baru, seperti menggunakan media social, berbelanja online, melakukan pembayaran digital, pendidikan online, dan WFH (Working From Home).

“Teknologi digital telah mengubah cara masyarakat di Indonesia berinteraksi dengan sesama, dengan media dan muatannya, atau hal lainnya yang berkaitan dengan budaya Indonesia. Beberapa kebiasaan tradisonal yang berubah atau tidak dilakukan lagi. Sebuah kultur tidak bisa begitu saja menghilang, namun akan terjadi benturan budaya terus menerus. Sehingga dapat mendestruksi kebiasaan tradisional yang sudah ada sebelumnya,” pungkasnya.

Baca:  Ini Cara Antisipasi Cyberbullying

Narasumber lainnya, Kepala SMP Negeri 13 Palembang Drs H Slamet Cahyono MPd menyampaikan materi dengan judul “Cerdas itu Beretiket”. Di awal pemaparan, Slamet membeberkan, perkembangan komunikasi digital memiliki karakteristik komunikasi global yang melintasi batas-batas geografis dan batas-batas budaya.

Sementara setiap batas geografis dan budaya juga memiliki batasan etika yang berbeda. Setiap negara, bahkan daerah memiliki etika sendiri, begitu pula setiap generasi memiliki etika sendiri.

“Misalnya saja soal privasi. Masyarakat kolektif seperti masyarakat Indonesia merasa tidak masalah bercerita tentang penyakit yang diderita di media sosial (medsos), atau Menunjukkan kehangatan suatu hubungan di medsos, tetapi belum tentu itu dirasakan nyaman oleh masyarakat individualistik,” katanya.

Menurut Slamet, para orang tua bisa saja merasa biasa bahkan bangga bercerita tentang anak-anaknya, namun belum tentu anak-anaknya nyaman dengan kisah yang diceritakan oleh orang tuanya di medsos. Begitu juga interaksi digital antar gender, dan antar golongan sosial lainnya.

“Semua akan memunculkan persoalan-persoalan etika. Artinya dalam ruang digital kita akan berinteraksi, dan berkomunikasi dengan berbagai perbedaan kultural tersebut, sehingga sangat mungkin pertemuan secara global tersebut akan menciptakan standar baru tentang etika,” katanya.

Baca:  Cerdas dan Pintar di Dunia Digital

Webinar yang mengangkat tema “Internet Sehat Anak Cerdas” ini juga menghadirkan dua narasumber berkompeten yakni Dr Ir Soni Trison SHut MSi (Praktisi Bisnis dan Dosen) dan Dr rer nat Doni Yusri SP MM (Dosen dan Praktisi).

Webinar ini sendiri dimulai pukul 09.00 yang dibuka oleh moderator Lingga Zahran. Kemudian menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI.

Lantas keynote speech kedua disampaikan Wali Kota Palembang H Harnojoyo yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar tersebut. Selain itu, turut hadir menghangatkan suasana dan memotivasi peserta webinar yakni Ratih Anggraini, seorang pramugari maskapai swasta nasional dan juga Founder @yourpersonalmodel sebagai Key Opinion Leader (KOL).

Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator Lingga Zahran mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Baca:  Etika Berinteraksi di Dunia Digital Harus di Kedepankan

Alih-alih, mengingat jumlah peserta yang sangat banyak yakni mencapai 4824 orang, moderator mengajak bintang tamu Reni Risty untuk memberikan games. Lima orang peserta yang beruntung diganjar hadiah uang elektronik.

Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemprov Sumsel diikuti secara daring oleh 4824 orang peserta dari kalangan pelajar dan guru. Jumlah peserta ini diakui menembus rekor beberapa webinar sebelumnya.

Untuk webinar selanjutnya imbuh Suryati, diselenggarakan Sabtu (28/8) dengan tema “Konten Digital: Hak Cipta dan Etika” yang bakal menghadirkan empat narasumber berkompeten antara lain Ardi Lunardi STP (Praktisi Expert E-Commerce & Photograper), Dr Lisa Adhrianti MSi (Dosen Universitas Bengkulu, Jaringan Pegiat Literas Digital), Dr Khalisah Hayatudin SH MHum (Ketua Program Studi Magister Hukum Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palembang) dan Dr Ir Asmawati MSi (Ketua LPPM Universitas Palembang). #osk

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...