Ultimate magazine theme for WordPress.

KSPI Mencatat 50.000 Pekerja Terkena PHK Akibat Pandemi Covid-19

Palembang, BP – Saat ini Pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari satu tahun.

Tak hanya Indonesia bahkan seluruh dunia diguncang wabah virus corona yang berdampak pada semua bidang kehidupan.

Indonesia sendiri meski lonjakan kasus pada bulan Juli lalu telah dilewati dan saat ini tren kasus cenderung fluktuatif, akan tetapi kondisi yang tak stabil ini mengharuskan pemerintah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level yang kembali diperpanjang.

Tentunya Kebijakan ini berimbas pada sektor ekonomi yang terus merosot, bahkan mengakibatkan para pekerja harus mengalami PHK.

Organisasi buruh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melaporkan bahwa tercatat hampir 50.000 buruh mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) pada tahun ini akibat pandemi Covid-19.

Baca:  Asosiasi Pengusaha Tolak Perpanjangan PPKM

Hal itu disampaikan Ketua Umum KSPI Said Iqbal dalam konferensi pers secara daring pada, Senin (23/8).

“Kalau dikumpulkan, sepanjang tahun ini, hampir 50.000 orang kena PHK,” katanya.

Selain itu, menurut Said, ada tiga sektor atau industri berorientasi ekspor yang paling banyak melakukan PHK, yakni tekstil, garmen, dan sepatu.

Namun, Said mengaku belum dapat merinci angka PHK per sektor karena data sedang dihimpun.

Baca:  Tempat Wisata di Sumsel Buka Setelah PPKM, Wajib Terapkan Prokes Ketat

“Data masih kita himpun, tapi nanti data beserta nama perusahaan yang melakukan PHK akan dipublikasikan,” ujar Said.

Lebih lanjut, ia menuturkan banyaknya industri yang mengambil kebijakan pengurangan pegawai karena terjadi penurunan order dari konsumen di luar negeri yang kemudian berdampak pada kapasitas produksi.

Ada pun menurut daerahnya, Said juga merinci sebanyak 7.100 pekerja di sektor terkait mengalami PHK di Bandung Barat, 4.000 orang di Cimahi, dan puluhan ribu di daerah Tangerang, Banten.

“Selain itu, industri lain yang terdampak adalah otomotif, keramik, hingga pertambangan,” tutur Said, dikutip dari laman Anadolu Agency.

Baca:  PPKM Kembali Diperpanjang, Walikota Palembang Beri Izin Mal Dibuka

Sebelumnya Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta para pelaku usaha menjadikan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai pilihan terakhir dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi pada masa pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Menaker Ida pada pada acara peluncuran proyek percontohan pengembangan kesempatan kerja berbasis kawasan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (18/8) lalu.

“Saya lagi mati-matian merayu kalau di perusahaan yang ada indikasi mau melakukan PHK, kita meminta benar-benar PHK itu pilihan yang terakhir,” tandasnya. #ric

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...