Ultimate magazine theme for WordPress.

76 Tahun Indonesia Merdeka, Rumah Limas dr. AK Gani yang Pernah Disinggahi Soekarno Masih Terlantar

Rumah limas pahlawan nasional dr. A.K. Gani di Jalan Merdeka Palembang

Palembang, BP – Sudah 76 tahun Indonesia Merdeka tapi masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah masih terlantar.

Peninggalan bersejarah yang berkenaan dengan perjuangan dalam memerdekakan Indonesia sudah semestinya mendapatkan perhatian pemerintah setempat.

Mengingat peninggalan sejarah tersebut dapat dijadikan pelajaran dan pengetahuan bagi generasi mendatang tentang bagaimana perjuangan para pahlawan di masa lalu berjuang untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari belenggu penjajah.

Seperti kata bung Karno “Jas Merah (Jangan Lupakan Sejarah)”, maka momentum kemerdekaan menjadi tepat untuk kembali mengingatkan akan pentingnya sejarah masa lalu bagi generasi mendatang.

Salah satu peninggalan sejarah yang kini terlantar dan kondisinya memprihatinkan adalah rumah limas pahlawan nasional dr. A.K. Gani di Jalan Merdeka.

Rumah limas tersebut merupakan rumah yang dipakai singgah Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno saat mendapatkan pengasingan dari pihak kolonial Belanda.

dr. A.K. Gani saat itu mempunyai inisiatip menjemput Soekarno dan keluarganya di daerah, perbatasan dengan Jambi, setelah di jemput pada waktu, sekitar bulan Februari di bawa ke Palembang, di Palembang Bung Karno menginap di rumah dr. A.K. Gani, selama paling tidak menurut catatan sejarah mungkin 2 bulan.

Setelah itu dr. A.K. Gani mengusahakan kapal untuk Soekarno untuk berangkat ke Jakarta, kemudian bung Karno sekeluarga di bawah dengan kapal ke pasar ikan maka sampailah di Jakarta , itu bulan Juni, jadi antara Februari, Maret, April, Mei, Juni, ada kemungkinan minimal waktu itu dua bulan bung Karno ada di Palembang.

Ketika di Palembang itulah Soekarno dan keluarga tinggal di rumah limas dr. A.K. Gani yang terletak saat ini dekat Sumatera Shoping Center (Pasar Raya Bandung) di Jalan TP Rustam Effendi kemudian beberapa tahun kemudian lahan rumah tersebut di tukar guling dimana lokasinya kini dibangun pusta pertokoan lalu terbakar tahun 1985, dan rumah lima dr. A.K. Gani lalu dipindahkan ke Jalan Merdeka sebelah kantor Legiun Veteran.

Anak dari dr. A.K. Gani, Priyanti Gani menuturkan jika kondisi terkini dari rumah limas tersebut sangat memprihatinkan.

“Sangat meprihatikan.., itu dulu di jalan ke pandean sekarang jadi Megaria,” ungkapnya, Selasa (17/08).

Priyanti Gani menuturkan bahwa pernah pemerintah melalui Dinas Kebudayaan Kota Palembang berinisiatif menjadikan rumah limas dr. A.K. Gani tersebut sebagai cagar budaya namun sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya.

“Belum tau kelanjutannya, masih proses katanya,” ujar Kepala Museum dr. A.K. Gani ini. #ric

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...