Ultimate magazine theme for WordPress.

Alat Pertandingan Belum Ada, Atlet PON Sumsel Galang Dana di Lampu Merah

Palembang, BP–Lebih dari 50 Atlet Pelatda PON Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan aksi penggalangan di saah satu Lampu Merah di Kota Palembang.

Aksi tersebut dipicu kekecewaan akan belum terealisasinya bantuan alat pertandingan yang sebelumnya pernah dijanjikan oleh KONI Sumsel.

Aksi meminta sumbangan kepada masyarakat itu digelar di Simpang Lima DPRD Sumsel pada Jumat (13/08) siang.

Para atlet khawatir, mereka tidak bisa mengikuti pertandingan di PON nanti dimana diketahui waktu pelaksanaan PON di Papua sudah dua bulan lagi.

Salah atu atlet pencak silat, Aji Masaid mengatakan bahwa peralatan pertandingan adalah hal yang penting bagi atlet dalam mempersiapkan diri sebelum bertanding.

Oleh karena itu, Aji kecewa karena hingga saat ini peralatan tersebut belum ada.

Baca:  Bamsoet: Merauke Harus Tetap Jadi Lumbung Beras Nasional

“Peralatan itu butuh penyesuaian untuk dipakai, baik sepatu, peralatan pertandingan itu tidak bisa sehari beli besok langsung pakai. Bagaimana kami mau berprestasi kalau kondisinya begini,” katanya kepada wartawan, Jumat (13/08).

Sementara itu, Ronal seorang atlet gulat mengaku jika waktu PON di Papua sudah semakin dekat.

Menurut Ronal, peralatan tersebut merupakan modal utama agar bisa mengikuti pertandingan antar provinsi tersebut.

“Waktu sudah sangat mepet sementara alat pertandingan itu harus segera dipenuhi. Ini modal kami untuk bertanding. Kalau bertanding tidak ada peralatan yang malu itu nama Sumatera Selatan,” kata Ronal.

Tidak hanya atlet, aksi penggalangan dana tersebut juga turut dilakukan oleh para pelatih cabang olahraga.

Pelatih Anggar Sumsel Rully Mauliadhani menuturkan atlet dan pelatih saat ini dalam kondisi dilema. Di satu sisi mereka dituntut untuk berprestasi, sementara kebutuhan mereka tidak dipenuhi.

Baca:  Sosok Mahasiswi Bina Darma Perkuat Sumsel di Ajang PON XX Papua

“Selain alat pertandingan, atlet dan pelatih juga belum menerima uang pembinaan yang sudah menunggak selama enam bulan,” ungkap Rully.

Menurut Rully, para pelatih telah beberapa kali membicarakan masalah tersebut ke KONI Sumsel. Bahkan, permasalahan itu juga sudah pernah disampaikan ke Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

Namun, hingga saat ini ia mengungkapkan bahwa atlet dan pelatih masih resah karena belum juga ada kepastian.

“Penggalangan dana ini akan terus kami lakukan. Para atlet sangat bersemangat untuk tampil di PON nanti. Sungguh sayang kalau mereka tidak bisa tampil karena tidak punya alat bertanding,” pungkasnya.

Baca:  Menpora akan Ngantor di Papua Selama Penyelenggara PON

Sementara itu terkait hal ini Ketua Umum Koni Sumatera Selatan, H. Hendri Zainuddin dalam video unggahan di akun Instagramnya, Jumat (13/8) sore. Mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh beberapa oknum tersebut tidak mencerminkan sebagai patriot olahraga. Semua sudah terjadwal dengan baik. Ada proses dalam hal pengadaan alat pertandingan tersebut.

“Semua sudah terschedul, dana pembiayaan atlet sudah dibayar, dana selama pelatda dibayar, makan minum selama pelatda ditanggung”, jelasnya.

Lanjutnya “Tuntutan cuma 1, alat pertandingan bulan 10 nanti, sekarang proses pengadaan, kenapa itu yang diributkan, kecuali besok mau bertanding dan belum ada alatnya, gak apa tapi kan tidak mesti harus kejalan. Ini memalukan nama daerah sendiri” pungkas Hendri. #ric

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...