Ultimate magazine theme for WordPress.

Tradisi Setiap Manyambut 17-an, Jalanan di 26 Ilir Palembang Dipadati Pedagang Telok Abang

Palembang, BP – Momen kemerdekaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia setiap 17 Agustus, selalu diwarnai dengan ragam tradisi dari semua pelosok Tanah Air.

Tak kalah meriah dari daerah lain, Kota Palembang juga memiliki simbol perayaan kemerdekaan yang bernama Telok Abang.

Telok Abang merupakan permainan tradisional berbentuk kapal atau perahu serta sekarang sudah ada juga yang bebentuk pesawat dan permainan tersebut terbuat dari gabus.

Telok Abang secara turun-menurun menjadi aksesori wajib ketika 17 Agustus-an. Dahulu, Telok Abang menjadi souvenir rutin orangtua kepada anaknya.

Berdasarkan sejarah, Telok Abang populer sejak tahun 1960-an ke atas. Namun seiring zaman, lambat laun Telok Abang perlahan tergerus dan khawatir punah.

Salah satu pedagang telok abang di kawasan 26 Ilir Palembang menuturkan jika telok abang merupakan tradisi 17-an.

“Kalo sudah lewat dari 17-an idk jual lagi, tapi peminatnya udah berkurang. Jualan musim-musiman,” ujar Fendi.

Ia juga menambahkan bahwa harga dari telok abang inipun bervariatif namun pendapatannya selaku pedagang juga tidak tentu.

“Harganya 25 sampai 35 ribu, dalam sehari pendapatan tidak tentu. Setiap hari pasti ajah pembelinya,” katanya.

Pedagang lainnya yang juga ditemui, yakni Doni menuturkan bahwa dirinya berjualan sudah turun temurun dari keluarga.

“Kami buat sendiri kalo yang dari gabus-gabus, memang diajarkan langsung oleh orang tua buatnya” Ujar pria yang sudah sepuluh tahun berjualan Telok Abang.

Dia juga menjelaskan apa yang dimaksud telok abang itu.

“Telok abang itu mainana istilahnya kapalan ini dikasih telor warno merah, kalo 17 Agustus itu identik dengan kapal dan pesawat,” jelasnya.

Adapun, ia mengungkapkan kenapa mainnya harus kapal yakni karena dari cerita-cerita nenek moyangnya, hal itu dikarenakan Palembang itukan Kerajaan Sriwijaya yang kuat di Armada Perairan.

“Jadi diidentikan dengan 17 Agustus yaitu Kapal dan Pesawat,” ungkapnya.

Sementara itu, ia menuturkan bahwa penjualan sudah dimulai 1 Agustus hingga 17 Agustus dan pandemi Covid-19 tidak mengurangi pembeli telok abang di Palembang.

“Kalo kita lihat dari tahun kemarin sih ga ada, tetap pendapatan dan penjualan masih banyak peminatnya,” tandasnya. #ric

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...