Ultimate magazine theme for WordPress.

Chelsea Juara Super Cup 2021, Thomas Tuchel Sandingkan Tropi Liga Champions dan Super Cup

Kiper Kepa Arrizabalaga diangkat rekan-rekannya karena menjadi pahlawan kemenangan Chelsea saat menjuarai UEFA Super Cup 2021 (@ChelseaFC)

Belfast, BP–Pemenang Liga Champions 2020-2021 itu menjadi juara setelah mengalahkan kampiun Liga Europa, Villarreal, di Stadion Windsor Park, Belfast, Irlandia Utara. Chelsea akhirnya menjadi juara Piala Super Eropa atau UEFA Super Cup 2021 setelah menyingkirkan Villareal lewat drama adu penalti 6-5.

Pahlawan kemenangan Chelsea adalah kiper Kepa Arrizabalaga.

Kiper asal Spanyol tersebut berhasil menepis dua ekskutor penalti Villareal.

Chelsea menang di babak adu penalti dengan skor 6-5 setelah kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal.

Kepa Arrizabalaga menjadi pahlawan setelah menepis dua eksekutor penalti Villareal.

Gol dari Chelsea dikemas oleh Hakim Ziyech pada menit ke-27.

Sedangkan gol dari Villarreal dicetak oleh Gerard Moreno pada menit ke-71.

Laga ini digelar di Windsor Park, Belfast, Irlandia Utara.

Chelsea memulai laga dengan cukup apik, mereka menekan secara konsisten lini tengah Villarreal sejak awal laga.

Melalui pergerakan Marcos Alonso di sayap kiri, The Blues langsung mendapatkan peluang pertama melalui sepakan sang pemain.

Beruntung Sergio Asenjo masih mampu mengantisipasi sepakan Alonso.

Tidak lama berselang kali ini Chelsea mengancam melalui situasi bola mati.

Sepakan bebas Chalobah berhasil disundul oleh Kai Havertz, namun Sergio Asenjo tampil memukau di awal laga.

Villarreal bertahan dengan cukup rapat di laga ini, mirip dengan apa yang mereka lakukan ketika menghadapi Manchester United di Final Liga Eropa.

Baca:  Taklukkan Denmark 2-1, Inggris Bertemu Italia di Final EURO 2020

Tim asuhan Unai Emery ini memanfaatkan serangan balik cepat yang dimotori Gerard Moreno.

Namun transisi yang kurang cepat dari lini kedua membuat Villarreal belum mampu memberikan ancaman berarti untuk Mendy di bawah mistar gawang Chelsea.

Marcos Alonso benar-benar menjadi momok bagi pertahanan Villarreal, berulang kali ia mampu mengeksploitasi celah yang ditinggalkan Justin Foyth ketika transisi.

Akhirnya gol datang di menit ke-27.

Bermula dari akselerasi Marcos Alonso, ia kemudian memberikan umpan kepada Kai Havertz yang melebar ke kiri.

Dengan tenang, pemain muda asal Jerman ini memberikan umpan tarik kepada Ziyech di depan gawang Asenjo.

Kali ini Asenjo tidak bisa berbuat banyak dan membuat Chelsea unggul 1-0.

Tertinggal satu gol, Villarreal langsung memberi respon.

Trigueros yang bergerak di sisi kanan pertahanan Chelsea memberikan umpan matang ke kotak penalti.

Namun Dia, Moreno dan Nino terlambat dalam menyambut bola yang kemudian disapu oleh Zouma.

Peluang terbaik bagi Villarreal datang di menit 32 ketika akselerasi Foyth membuat dirinya tak terkawal.

Mantan pemain Tottenham ini kemudian memberikan umpan terobosan kepada Dia yang berdiri di antara Zouma dan Alonso.

Baca:  Laga Seru Inggris VS Denmark, Siapa yang Akan Bertemu Italia di Final, Ini Prediksinya

Beruntung Mendy masih mampu mengamankan bola tersebut.

Chelsea lima menit berselang mendapatkan peluang matang ketika sepakan jarak dekat Marcos Alonso harus membuat Asenjo berjibaku menyelamatkan gawangnya.

Sisi kiri pertahanan Villarreal yang dikawal Foyth benar-benar dieksploitasi oleh pemain Chelsea di babak pertama.

Chelsea nyaris menggandakan keunggulan, bermula dari sepakan bebas, bola kemudian diarahkan kepada Rudiger yang berdiri bebas, sayang sepakannya melambung di atas mistar.

Jelang turun minum Hakim Ziyech harus ditarik keluar karena mengalami masalah pada pergelangan tangannya.

Sang pencetak gol kemudian digantikan oleh Christian Pulisic.

Dan skor 1-0 menutup jalannya babak pertama.

Di babak kedua, Villarreal yang tertinggal mencoba menekan pertahanan Chelsea sejak awal laga.

Villarreal nyaris menyaamakan kedudukan, bermula dari kesalahan mendy dalam melakukan tendangan gawang, bola mengarah kepada Boulaye Dia.

Boulaye Dia kemudian memberikan bola kepada Moreno, sontekannya sukses melewati Mendy, namun masih membentur mistar gawang.

Tidak berselang lama, Boulaye Dia ganti mengancam gawang Chelsea namun beruntung bola masih bisa diantisipasi oleh Chalobah.

Arah permainan berubah di babak kedua, Villarreal lebih mendominasi jalannya laga di babak kedua.

Mereka berulang kali menekan pertahanan Chelsea yang cukup rapat di laga ini.

Petaka akhirnya datang dari Chelsea, bermula dari salah umpan Rudiger, bola berhasil direbut oleh Gerard Moreno.

Baca:  Final Euro 2020 Italia vs Inggris, Ini Prediksi Susunan Pemainnya

Bekerja sama dengan Boulaye Dia, bola di backheel oleh pemain asal Senegal kepada Moreno yang men-chip bola melewati Mendy.

Skor berubah menjadi 1-1 pada menit ke 72.

Pertandingan berjalan menarik setelah Villarreal sukses menyamakan kedudukan.

Marcos Alonso yang gemilang di babak pertama nyaris tidak memiliki peluang berarti di babak kedua.

Villarreal kembali mendapatkan peluang emas melalui sepakan Moreno yang masih bisa diamankan oleh Mendy jelang akhir babak kedua.

Skor 1-1 menjadi hasil di waktu normal 90 menit.

Di babak perpanjangan waktu, Pulisic nyaris mengubah keadaan bagi Chelsea andai sepakannya tidak melebar tipis dari samping gawang Asenjo.

Dalam dua kali babak ekstra time, Chelsea sejatinya lebih dominan namun masih tidak bisa menjebol gawang Villarreal.

Chelsea membuat pergantian strategis dengan memasukkan Kepa Arrizabalaga menggantikan Mendy untuk menghadapi adu penalti.

Pergantian ini terbukti ampuh, Kepa Arrizabalaga menjadi pahlawan setelah menepis eksekusi ke-7 Raul Albiol.

Susunan Pemain:
Chelsea (3-4-2-1) Mendy; Chalobah, Zouma, Rudiger; Hudson-Odoi, Kante, Kovacic, Alonso; Ziyech, Havertz; Werner
Villarreal (4-4-2) Asenjo; Foyth, Albiol, Torres, Pedraza; Moreno, Capoue, Trigueros, Pino; Moreno, Nino, Dia

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...