Ultimate magazine theme for WordPress.

Mengenang Kisah Kepahlawanan A.K. Gani Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia di Sumatera Selatan

Palembang, BP – Peringatan 17 Agustus 1945 merupakan salah satu momentum bagi rakyat Indonesia untuk kembali mengingat jasa para pahlawan yang sudah berjuang dalam memerdekakan bangsa ini.

Terutama bagi masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) nama pahlawan A.K. Gani sudah tidak asing lagi ditelinga karena merupakan salah satu pahlawan yang namanya diabadikan menjadi salah satu nama jalan dan rumah sakit di Kota Palembang.

Namun, siapakah A.K. Gani? dan bagaimana kisah kepahlawannya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia terutama di daerah Sumatera Selatan?.

A.K. Gani memiliki nama lengkap Adenan Kapau Gani merupakan pria yang lahir pada 16 September 1905 di Desa Palembayan, Kecamatan Palembayan, Jabupaten Agam, Bukit Tinggi, Sumatera Selatan.

A.K. Gani dilahirkan dari pasangan Abdul Gani Sutan Mangkuto dan ibunya yang asli Palembang bernama Siti Rabayah.

A.K. Gani meninggal di Palembang, Sumatera Selatan pada 23 Desember 1968 di usia 63 tahun. Ia merupakan seorang perwira militer yang berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen).

Namun, A.K Gani tidak hanya dikenal sebagai seorang militer. Kepala Museum Perjuangan Mayjen (Purn) TNI Dr. A.K. Gani sekaligus putri Pahlawan nasional ini, Priyanti A.K. Gani menyebut sosok A.K. Gani sebagai seorang multitalenta yang serba bisa.

“Dia kalau di Sumatera perjuang griliya yang masuk hutan keluar hutan. Kalau di Jawa Jendral Sudirman kalau di Sumatera A.K. Gani,” ujarnya, Rabu (11/08).

Perjuangan A.K. Gani di Sumatera Selatan sendiri sudah dimulai sebelum kemerdekaan hingga pada masa Kemerdekaan Indonesia.
A.K. Gani aktif di banyak organisasi pergerakan nasional seperti Jong Sumaternan Bond, PPI, Partindo, Gerindo, hingga GAPI.

Tak hanya itu, A.K. Gani juga ikut terlibat dan berperan aktif terselenggaranya Sumpah Pemuda pada tahun 1928.

Pada masa pendudukan jepang A.K. Gani beserta para pejuang kemerdekaan dari Parindra lah yang membawa Soekarno kepada Palembang pada tanggal 2 Juni 1942 untuk melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh pergerakan nasional dalam menyusun strategi untuk mencapai Indonesia merdeka.

A.K Gani juga dilibatkan oleh pihak Jepang untuk menjadi ketua Organisasi Palembang Hokokai pada Maret 1994 uang akhirnya dimanfaatkannya untuk memberikan pemahaman kepada rakyat untuk bersatu dan mempersiapkan diri menuju kemerdekaan.

Dengan keahlian dan jasanya tidak heran jika baik sebelum dan setelah masa kemerdekaan Indonesia dirinya beberapat kali diangkat menduduki sejumlah jabatan strategis diantaranya Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Amir Sjarifuddin I dan Kabinet Amir Sjarifuddin II, Kepala Pemerintahan Daerah Keresidenan Palembang, Gubernur Muda Sumatera Selatan, Wakil Menteri Pertahanan Wilayah Sumatera, dan Panglima Subkoss.

Prinyanti A.K Gani menuturkan bahwa sang ayah merupakan sosok pemimpin yang patut dicontoh oleh pemimpin zaman sekarang.

“Dia sangat mengayomi anak buahnya, dia seorang militer, ekonomi, budayawan, diplomat, cendekiawan, politikus dan negarawan ahli strategi,” tandasnya.

Atas semua jasa yang diberikannya untuk tercapainya kemerdekaan Indonesia, A.K. Gani diberikan penghargaan Bintang Emas 24 karat disertai dengan gelar “Pemimpin Gerilya Agung”.

Penghargaan tersebut dituangkan dalam sebuah piagam DPR Sumatera Selatan pada tanggal 17 Februari 1950.

Kemudian, Untuk mengenang jasa-jasanya, pada tanggal 9 November 2007 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan gelar Pahlawan Nasional Indonesia kepada A.K. Gani.

Gelar ini diterimanya bersama dengan Slamet Rijadi, Ida Anak Agung Gde Agung, dan Moestopo berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 66/2007 TK. Selain itu namanya juga diabadikan sebagai nama rumah sakit di Palembang, Rumah Sakit AK Gani dan nama ruas jalan beberapa kota di Indonesia. Terdapat juga Museum Dr. A.K. Gani yang terletak di Kota Palembang. #ric

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...