Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Pangdam Ajak Semua Pihak  Bergandeng Tangan  Hadapi Pandemi  Covid-19.

Suasana Rapat Koordinasi (Rakor) evaluasi perkembangan dan tindak lanjut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Sumsel, Selasa (10/8), bertempat di Aula Cendrawasih Polrestabes Palembang di Jalan Gubernur H. Bastari, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Kota Palembang. (BP/IST)

Palembang, BP- Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di Palembang akhirnya  diperpanjang hingga 23 Agustus mendatang.

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi mengajak bersama-sama untuk menekan dan mencegah penyebaran Covid-19 di Sumsel.

Pangdam  menganalogikan Pandemi yang terjadi sebagai perang dan Palembang sebagai Center Of Grafiti. Bagaimana agar Palembang tetap kokoh dapat dipertahankan secara maksimal dengan tetap menggunakan Strategi Integral Holistik Komprehensif.

“Jadi tidak bisa berperang ini secara sendiri-sendiri, harus Integral dan bersatu padu seluruh komponen, seluruh instansi, seluruh tokoh menjadi satu. Untuk itu ini harus dilakukan secara Integral”, kata Pangdam saat memimpin kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) evaluasi perkembangan dan tindak lanjut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Sumsel, Selasa (10/8), bertempat di Aula Cendrawasih Polrestabes Palembang di Jalan Gubernur H. Bastari, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Kota Palembang.

Rakor yang dilaksanakan ini merupakan tindak lanjut dari Pengarahan Presiden RI Joko Widodo pada Sabtu (7/8) lalu, yang dihadiri oleh anggota Kabinet Terkait, Pimpinan Lembaga Negara, Kapolda, Pangdam, Danrem, Bupati/Wali Kota, serta Kajati/Kajari se-Indonesia.

Turut hadir juga dalam rakor tersebut, Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya, Walikota Palembang H. Harnojoyo, Kasrem 044/Gapo, Asops Kasdam II/Sriwijaya, Dandim 0418/Palembang, Kapolrestabes Kota Palembang, Karo Ops Polda Sumsel, Kadis PKPB Palembang, Kadinsos Kota Palembang, Kasat Pol PP Kota Palembang, Kadishub Kota Palembang, Kadinkes Sumsel, Kepala Dinas PMD, Kasiops Kasrem 044/Gapo, Kasat Pol PP Sumsel dan Kadishub Sumsel.

Baca:  Benih Lobster Senilai Rp11 M Tak Bertuan  Diamankan

Pangdam juga menyampaikan bagaimana upaya dan cara memutus Covid-19 ini, yaitu dengan menggunakan masker.

Selanjutnya, Komprehensif harus sempurna dan yang terakhir adalah Holistik, harus mencegah  virus ini  dengan divaksin, memakai masker dan menjaga kesehatan serta menjaga pola hidup sehat.

“Jadi ini adalah masalah kita bersama tidak bisa diatasi sendiri-sendiri. Mari kita bergandeng tangan erat untuk menghadapi pandemi ini”, katanya.

Sedangkan Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya mengingatkan dalam pelaksanaan penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat yang terdampak   PPKM level IV   tepat sasaran, sehingga masyarakat yang menerima benar benar berhak mendapatkannya.

“Penyaluran Bansos  PPKM harus jelas, data penerima  jangan sampai tumpang tindih. Jika ada  masyarakat yang belum tersentuh bansos, kepala daerah Bupati/walikota  harus segera beri bantuan. Pemprov Sumsel juga akan terus membantu dalam pelaksanaannya dilapangan,” katanya.

Selain menyoroti masalah penyaluran bansos harus tepat sasaran, Wagub  kembali mengingatkan masyarakat  untuk tetap  disiplin dan mematuhi  protokol kesehatan (prokes)  sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covuid 19  utamanya disaat  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“PPKM diperpanjang tidak lain tujuannya  untuk mememutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kita harapkan  masyarakat tetap patuhi prokes di masa PPKM ini, “katanya.

Terkait dengan  penanganan Covid-19 di Sumsel, Wagub menyebutkan Pemprov Sumsel telah   membuka Asrama Haji dan juga tower asrama atelit Jakabaring Sport City (JSC) yang dapat digunakan  masyarakat untuk isolasi mandiri, selain itu juga telah dibuka posko layanan   oksigen gratis bagi masyarakat umum.

Baca:  Polrestabes Palembang Musnahkan Narkotika Rp 2,6 Miliar

“Bahkan untuk tracking datanya terus meningkat sejalan dengan meningkatnya  kesadaran   masyarakat,” tandasnya.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri  mengatakan, Polri dan Pemerintah Daerah tetap mengikuti Inntruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam penanganan Covid-19. “Untuk masa perpanjang PPKM kita hanya mengikuti instruksi mendagri,” ujarnya.

Sementara, Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, pihaknya bersama unsur Fokompimda melakukan pembahasan beberapa hal terkait penanganan Covid-19.

“Kita melakukan rapat koordinasi penanganan Covid-19 di daerah luar pulau Jawa, pertama mobilitas masyarakat, kedua terkait dengan testing dan trecing sistem pelacakan ditingkatkan. ketiga, isolasi terpusat kita ada di Wisma Atlet dan Asrama Haji,” ujar Harno.

Selanjutnya soal vaksinasi, diaman dalam pelaksanaannya ketersediaan vaksin masih menjadi kendala. “Kita bersyukur masyarakat antusias untuk di vaksin, dan ini kita terus akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” katanya.

Harnojoyo menambahkan untuk status Kota Palembang sendiri masih berada di level IV namun tren kasus alami menurun. “Namun baik dari tingkat penyembuhan, kematian, kemudian BOR kita ini masih di bawah standar nasional. Apa yang kita upayakan selama ini sudah berhasil tetapi harus ditingkatkan lagi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Harnojoyo juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya Kota Palembang untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. “Dengan begitu, status Kota Palembang ini akan berubah. Kalau kegiatan masyarakat, kita hanya membatasi 25 persen,” tutupnya.

Baca:  Oknum Mahasiswa Ini TertangkapTangan Bawa Ganja

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan mengatakan meskipun trend Covid-19 menurun, namun mobilitas warga Palembang dinilai masih sangat tinggi hingga kategori Palembang PPKM Level 4 tidak turun ke Level 3 dan tetap harus diperpanjang.

“Pemerintah pusat mengukur skala mobiltas index di Palembang tidak bisa kita bantah. Dengan menggunakan Google traffic, Facebook mobility dan juga menggunakan sinar lampu malam hari dari satelit NASA. Mereka menggunakan kategori hijau, kuning, merah dan hitam. Sekarang Palembang kategorinya hitam,” katanya.

Irvan mengatakan atas evaluasi dari pemerintah pusat itu, dia bersama jajaran Polrestabes Palembang akan melakukan pengetatan mobile terhadap warga Palembang.

“Kami akan tetap melakukan penyekatan di 14 titik, bisa saja akan ditambah di Jalan Demang Lebar Daun, Jalan Rajawali dan Jalan Sudirman. Karena mobiltas warga masih sangat tinggi,” kata Irvan.

Menurutnya, berdasarkan analogi sebenarnya warga Palembang apabila hanya berada di rumah, indeks akan berwarna hijau.

Karena harus bekerja dan pulang ke rumah bisa saja menjadi kuning. Tetapi apabila dari kantor ke rumah kemudian mampir makan bisa menjadi merah.

Dan apabila dari rumah, ke kantor, mampir makan sebelum pulang ke kafe terlebih dahulu itu menjadi hitam.

“Itu analogi saja, tetapi kira-kira seperti itu mobilitas warga yang akan kita kurangi bersama sama di PPKM Level 4 yang diperpanjang ini,” katanya.#osk

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...