Ultimate magazine theme for WordPress.

Polda Sumsel Tangkap 13 Tersangka Narkoba

Kali ini Direktorat Narkoba Polda Sumsel melakukan pengungkapan kasus di bulan Agustus dimana ada 7 Laporan Polisi (LP) dengan 13 tersangka dimana kasus yang terbesar adalah pengungkapan shabu 1 Kg dengan tersangka Syaiful yang merupakan warga Aceh yang membawa shabu secara estafet dari Aceh ke Medan menuju ke Banyuasin dan penerima shabu di Banyuasin bernama Mulyadi.(BP/IST)

Palembang, BP-Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) terus melakukan pengungkapan kasus tindak pidana narkoba di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Kali ini Direktorat Narkoba Polda Sumsel melakukan pengungkapan kasus di bulan Agustus dimana ada 7 Laporan Polisi (LP) dengan 13 tersangka dimana kasus yang terbesar adalah pengungkapan shabu 1 Kg dengan tersangka Syaiful yang merupakan warga Aceh yang membawa shabu secara estafet dari Aceh ke Medan menuju ke Banyuasin dan penerima shabu di Banyuasin bernama Mulyadi.

“ Kita berhasil menangkap yang menerima shabu ini  namun karena yang bersangkutan melakukan perlawanan dan melarikan diri kita lakukan tindakan tegas terukur mengenai kakinya,” katanya Direktur Ditresnarkoba, Kombes Pol Heri Istu Haryono, Senin (9/8) saat menggelar press rilis di depan Gedung Direktorat Narkoba Polda Sumsel.

Pelaku ini menurutnya  merupakan jaringan Aceh-Palembang. “Kita akan terus memerangi peredaran gelap narkoba di wilayah kita agar Sumsel aman dan mampu menjauhkan narkoba dari generasi muda,” katanya.

Baca:  DN Minta Keadilan Kasus Rudapaksa Yang Dialami Anaknya di OKI

Selain itu pihaknya juga mengamankan  300 gram shabu atas nama tersangka Ridho dengan lokasi kejadian di Jalan Rajawali, Palembang dimana menurut tersangka shabu untuk seseorang bernama Diki di Hotel Clasi dimana shabu dari Jalan Veteran.

“Untuk 458 ekstasi dengan tersangka bernama Erwin dimana tersangka Erwin mengaku kalau ekstasi milik mantan Kepala Desa (Kades) Sandri di Penukal Abab Pematang Ilir (Pali) dimana dia mendapatkan upah Rp1 juta,” katanya.

Pihaknya juga mengungkapkan kasus  di Kampung di Desa Sanga Desa Muba dan ada Tulung Selapan OKI dengan tersangka, Taufik dengan shabu 202 gram, Kapolda minta ini di viralkan,” katanya.

Sedangkan Tersangka Syaiful (20)  tersangka 1 Kg shabu dari Aceh  mengaku membawa shabu dengan menaiki bus pelangi.

Baca:  Kapolda Sumsel Bantu Seperangkat Peralatan Hadroh Untuk Masjid Alhuda

“ Turun ke Betung annti ada yang nunggu , aku di upah Rp3 juta dan baru sekali ini ngantar,” katanya.

Syaiful mengaku mau mengantar shabu untuk membayar gadai sawahnya  nanti uang hasil shabu dibuat untuk menebus sawahnya tersebut

Sedangkan tersangka Mulyadi mengaku akan mengantar shabu ke Palembang nanti di Palembang  diantar ke Palembang nanti menurutnya di Palembang ada yang menjemput di jalan.

“Aku diupah Rp 5 juta ,” katanya.

Sedangkan Kabid Humas Polda Sumsel,  Kombes Pol Supriadi mengatakan, bahwa sesuai dengan instruksi pihaknya akan memerangi peredaran gelap narkoba.

“Dengan terus memerangi peredaran gelap narkoba kita pastikan akan terus berjuang demi menyelamatkan generasi muda dari barang haram tersebut,” katanya.

Baca:  Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Pamit

Kombes Pol Supriadi menuturkan, bahwa dalam sepekan di Agustus 2021 ini anggota Ditresnarkoba Polda Sumsel berhasil mengamankan 13 orang dengan tujuh laporan polisi.

“Dari tangan para pelaku anggota kita mengamankan 1,6 Kilogram (Kg) sabu dan 458 butir pil ekstasi, ” katanya.

“ 7 laporan polisi ini , TKP yang berhasil kita amankan di kota Palembang, di Desa Sri Gunung , Muba, Jalan Lintas  Jambi Betung, Prabumulih dan di Sanga Desa , Muba,” katanya.

Para pelaku akan dikenakan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara paling singkat 20 tahun penjara dan paling lama seumur hidup.#osk

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...