Ultimate magazine theme for WordPress.

Aktivis di Sumsel Ajak Hentikan Kegaduhan Terkait Bantuan Rp2 Triliun dari Akidi Tio


Suasana aktivis Sumsel yang terdiri dari diantaranya Firdaus Hasbullah SH, Rubi Indiarta, Charma Afrianto, Rudiyanto Pangaribuan, Aripin Kalender, Fadrianto, Umar, Adi BGP menggelar audiensi bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri, Kamis (5/8) di Mapolda Sumsel.(BP/IST)

Palembang, BP- 10 elemen aktivis yang ada di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)   mengajak semua pihak untuk menghentikan kegaduhan bantuan terkait bantuan Rp 2 Triliun dari mendiang Akidi Tio yang sudah diberikan secara simbolis melalui anak bungsu Akidi Tio, Heriyanti dan mengajak orang kaya di Sumsel  untuk lebih fokus dalam membantu masyarakat Sumsel yang terdampak Covid-19.

Sebelumnya para aktivis Sumsel yang terdiri dari diantaranya Firdaus Hasbullah SH, Rubi Indiarta, Charma Afrianto, Rudiyanto Pangaribuan, Aripin Kalender, Fadrianto, Umar, Adi BGP menggelar audiensi bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri, Kamis (5/8) di Mapolda Sumsel.

“ Kami bukan di undang, tapi inisiatif kami  sendiri hadir di Mapolda Sumsel dalam rangka memberikan suport , dukungan terkait yang terjadi beberapa hari yang lalu mengenai adanya seseorang pengusaha mendiang Akidi Tio yang sudah diberikan secara simbolis melalui anak bungsu Akidi Tio, Heriyanti yang berinisiatif membantu dalam hal , penanganan Covid-19 di Sumsel berupa dana Rp2 triliun,” kata Firdaus Hasbullah ditemui usai beraudiensi dengan Kapolda Sumsel Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri, Kamis (5/8).

Menurutnya niat baik bantuan Rp2 triliun disambut oleh Kapolda Sumsel  dimana Kapolda Sumsel secara pribadi bahwa sumbangan itu atas nama Prof Dr Eko Indra Heri bukan institusi.

Baca:  Terkait Hibah Rp2 Triliun, Polda Sumsel Akan Saksi Tambahan

“ Ini yang harus sama-sama kita pahami , karena kondisi saat ini masyarakat bertanya-tanya , ada yang bilang ini prank dan macam-macamlah, intinya saat inilah kita mendukung bapak Kapolda , supaya ini tidak menjadi gaduh di Sumsel, artinya kami berpikir bahwa tidak salah orang mau membantu , tidak ada salah juga kalau tidak ada uangnya , yang membantu tidak di paksa dan yang menerima tidak memaksa, ini yang harus diperjelas bahwa dalam hal ini kami memberikan suport kepada Kapolda untuk melakukan gerakan sosial,” kata Firdaus yang juga seorang pengacara dan advokat ini.

Apalagi menurutnya satu-satunya Kapolda Sumsel dinilainya sejak awal gigih berjuang dalam penanggulangan pandemi Covid-19 dan selalu turun langsung membantu masyarakat bersama semua komponen masyarakat.

“ Sudah sepantasnya kita memberikan suport kepada beliau (Kapolda Sumsel), untuk jangan kita menyalahkan beliau, kita juga tidak menyalahkan ibu Heriyanti, motivasi semangat ibu Heriyanti untuk membantu sudah ada , ini juga harus menjadi motivasi pengusaha di Sumsel , orang yang tidak ada uangnya sanggup menyatakan dia membantu masyarakat, apalagi orang-orang kaya di Sumsel ini harus terketuk dan termotivasi, yang kaya-kaya di Sumsel ini ayo ngomong bahwa kami membantu masyarakat terdampak covid-19,” kata alumni Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang ini.

Hal senada dikemukakan Rubi Indiarta menilai dalam masalah ini tidak ada pihak yang disalahkan dan dirugikan.

Baca:  DPRD Sumsel Berharap Bantuan Mendiang Akidi Tio Terealisasi

Walaupun Kapolda Sumsel mendapatkan imbas dari permasalahan ini  namun pihaknya bangga dengan sosok Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri ini karena se Indonesia baru Kapolda Sumsel ini walaupun dananya belum jelas tapi ada orang membantu penanggulangan Covid-19 ke pribadi Kapolda Sumsel.

“ Masyarakat Sumsel belum beruntung hari ini karena  hari ini dana itu belum ada tapi paling tidak ada satu pelajaran dengan adanya dana itu hampir semua pihak di Sumsel ini baik pengusaha , aktivis, penggiat sosial melakukan aksi sosial membantu masyarakat di Sumsel,” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Palembang ini.

Baca:  Kisah Pertemanan Keluarga Akidi Tio dan Irjen Eko Indra Heri

Sedangkan Rudiyanto Pangaribuan melihat plus minus dalam sebuah momentum dinilainya  sangat baik sebagai pembelajaran kedepan tetapi jangan hanya hal itu yang disorot tapi yang di sorot ada perbuatan baik dari orang-orang baik untuk menyelamatkan dan memberikan simpati dan empati kepada masyarakat berdampak Covid-19 ini.

Kapolda Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri dalam kesempatan tersebut  mengaku terlepas dari ada tidaknya dana tersebut, ia menegaskan sudah memafkan keluarga besar Akidi Tio maupun pihak lain yang terlibat dengan perkara ini.

“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada mereka-mereka yang berempati pada saya atas kejadian ini,” kata Kapolda didampingi Direktur Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncoro dan Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi.

Kapolda mengajak masyarakat Sumsel untuk memulailah menghilangkan kegaduhan ini dan mari berkonsentrasi pada penanggulangan Covid 19.#osk

 

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...