Ultimate magazine theme for WordPress.

Pelatih dan Atlet PON Sumsel Keluhkan Anggaran PON Ke-20 serta Gaji Pelatih yang Belum Ada Kepastian

Palembang, BP–Pelatih dan atlet Sumatera Selatan (Sumsel) yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 di Papua keluhkan anggaran dari pemerintah daerah yang belum ada kepastian.

Hal tersebut membuat sejumlah pelatih dan atlet mendatangi kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel untuk meminta kejelasan terkait keberangkatan mereka ke PON ke-20 pada Selasa (03/08).

Sekretaris Umum KONI Sumsel Suparman Romans mengatakan kami sudah melakukan dialog secara kekeluargan dari hati kehati untuk menyerap aspirasi atlet yang akan berlaga di PON ke-20.

“Kami ingin menyamakan persepsi agar jangan sampai ada informasi-informasi yang tidak nyambung baik itu antara KONI, panitia Platda dengan para pelatih dan wasit. Alhamdulillah dialog berjalan kondusif dan sama-sama saling memahami,” katanya.

Baca Juga:  Ajang Seru Pesta Olahraga Nasional, Ini Jadwal Lengkapnya

Selain itu, Suparman mengungkapkan ada kesepakatan yang dicapai dari dialog tersebut yang intinya kita akan sama-sama meningkatkan koordinasi kita apabila ada permasalahan di lapangan.

“Secara realitas anggaran KONI memang sangat minim, apalagi anggaran untuk PON,” ungkapnya.

Terkait anggaran tersebut, Suparman menuturkan pihaknya akan mencoba meminta deskresi dari Gubernur Sumsel untuk bisa mempertimbangkan menambah anggaran untuk kebutuhan PON ke-20 ini.

Baca Juga:  Menpora akan Ngantor di Papua Selama Penyelenggara PON

Sementara itu, salah satu pelatih dari perwakilan atlet PON kontingen Sumsel Abbas saat ditemui usai melakukan dialog bersama dengan pengurus KONI Sumsel meminta ketegasan ketegasan KONI Sumsel dan Pemprov Sumsel dengan keberangkatan kami ke PON Ke-20 di Papua.

“Kami minta ketegasan KONI Sumsel dan Pemprov Sumsel dengan keberangkatan kami, seperti status gaji kami terhitung 6 bulan belum terealisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan yang terpenting yakni belum adanya kepastian yakni peralatan para atlet yang akan bertanding.

“Udah tanggal 3 Agustus, sudah mendekati perang. Gimana perang ga punya alat, kata sekum birokrasi berbelit-belit,” ujarnya.

Baca Juga:  Bupati Dodi Reza Pastikan Atlet Muba Divaksin, Jelang Porprov XIII Sumsel dan PON Papua

Oleh karenanya, Abbas meminta bantuan Gubernur Sumsel untuk dapat memberikan kepastian apakah jadi berangkat PON atau tidak agar dirinya bisa menyampaikan ke para atlet untuk siap perang.

“Kami siap perang tapi periodisasinya, harusnya pra-kompetisi dulu tadi udah dibatesin KONI itu sampai tanggal 15 Agustus, tapi dannya belum cair. Gimana berangkat kalo belum ada peralatan, beli peralatan pertandingan bukan seperti beli kacang, harus dipesan dulu,” tandasnya. #ric

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...