Ultimate magazine theme for WordPress.

Hibah Rp2 Triliun, Heriyanti Hanya Diundang ke Mapolda Sumsel

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriyadi di dampingi Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan saat jumpa pers di Polda Sumsel, Senin (2/8)(BP/IST)

Palembang, BP- Polemik dugaan tidak benar alias berita bohong atau hoaks terkait hibah Rp2 triliun dari keluarga almarhum Akidi Tio, dibantah pihak Polda Sumatera Selatan (Sumsel).

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriyadi di dampingi Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan mengaku pihaknya hanya mengundang keluarga almarhum Akidi Tio, untuk mengklarifikasi soal dana hibah Rp2 triliun.

“Sampai saat ini masih kita lakukan pemeriksaan. Tapi statusnya (Heriyanti,red) bukan sebagai tersangka. Bironya melalui Bank Mandiri,” kata  Supriyadi saat konferensi pers di Polda Sumsel, Senin (2/8).

Lebih lanjut, pihaknya membantah bahwa keluarga almarhum Akidi Tio datang ke Mapolda Sumsel untuk ditetapkan sebagai tersangka dugaan penipuan tersebut.

Mengenai keterangan Direktur Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncoro yang berbeda menurutnya pernyataan resmi Polda Sumsel yang di keluarkan oleh Kabid Humas Polda Sumsel.

“Yang bersangkutan ke Bank Mandiri sampai pukul 02.00, tetapi belum ada informasi terkait pencairan dana dengan sistem bilyet giro. Lalu pihak keluarga almarhum Akidi Tio kita undang ke Mapolda Sumsel,” katanya.

Baca:  Prof Hardi: Saya Minta Maaf

Statemen Kabid Humas Polda Sumsel tersebut, tentu saja sangat bertolak belakang dengan informasi yang didapat wartawan di lapangan sebelumnya.

Namun untuk uang Rp2 Triliun itu, Supriadi belum memastikan karena Heriyanti anak bungsu Akidi Tio masih diperiksa.

“Kita tidak bisa memastikan karena yang bersangkutan (Heriyanti) masih dalam pemeriksaan,” katanya.

Berdasarkan keterangannya, bantuan tersebut nantinya diserahkan melalui bilyet giro.

Namun belum cair hingga saat ini karena masih ada teknis yang harus diselesaikan

Menurutnya  Heriyanti diundang ke Polda Sumsel, bukan ditangkap seperti kabar yang beredar sebelumnya.

“Saat ini masih terperiksa (status Heriyanti). Sekarang masih diperiksa, mudah-mudahan secepatnya ada titik terang,” katanya.

Supriadi menyebutkan, bantuan almarhum Akidi Tio itu dikomunikasikan oleh Prof Hardi Dermawan selaku dokter keluarga Akidi Tio kepada Irjen Pol Eko Indra Heri.

Ia menggarisbawahi, bantuan tersebut untuk penanganan Covid-19 di Sumsel melalui Irjen Pol Eko Indra Heri sebagai pribadi, bukan Kapolda Sumsel.

“Jadi Prof Hardi komunikasi dengan Pak Eko pada 23 Juli merencanakan adanya bantuan Akidi Tio sebesar Rp2 Triliun. Terkait itu, Pak Eko tidak kenal dengan Heriyanti. Saya garis bawahi jika bantuan itu untuk perorangan, bukan sebagai Kapolda Sumsel,” katanya.

Baca:  Kuasa Hukum Dr Siti Mirza Datangi Polda Sumsel

Menurutnya Kapolda sumsel  kenal dengan anak Pak Akidi Tio di Langsa, Aceh.

Setelah komunikasi pada 23 Juli, lanjut Supriadi, dilanjutkan dengan pemberian bantuan secara simbolis pada 26 Juli.

“Pak Eko menyambut tanpa pandang bulu, siapa yang mau bantu, silahkan. Makanya diajaklah Pak Gubernur, Danrem dan sebagainya agar ini terbuka,”katanya.

Direktur Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro mengatakan, setelah adanya penyerahan simbolis bantuan Rp 2 T pada pekan lalu, Polda Sumsel langsung membentuk beberapa tim untuk menelusuri kepastian dana sumbangan tersebut. Setelah data dan barang bukti lengkap, aparat kepolisian langsung bergerak mengamankan tersangka.

 

“Sejak tanggal 26 Juli tim sudah bergerak menggali data dan bukti. Saat ini saudari Heriyanti telah ditetapkan tersangka dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya usai jumpa pers di Kantor Gubernur Sumsel, Senin (2/8).

Dijelaskannya, untuk saat ini baru Heriyanti yang ditetapkan tersangka. Polda Sumsel pun terus melakukan penelusuran untuk mencari tersangka lainnya.

Baca:  Terkait Hibah Rp2 Triliun, Anak Bungsu Akidi Tio Ternyata Bohong

 

Berdasarkan fakta yang didapatkan Polda Sumsel, Heriyanti alias Ahong telah melakukan satu kasus yang sama sebelum melakukan kebohongan publik terkait sumbangan Rp 2T.

 

Menurutnya  bersangkutan berhasil diamankan di salah satu bank swasta di Kota Palembang. Pihaknya sengaja mengintai sampai ke bank tersebut agar mengungkap fakta kejahatan yang sempurna dilakukan oleh tersangka.

“Ini kasus kedua yang dilakukan oleh tersangka. Untuk kasus yang pertama nanti akan dijelaskan Kapolda Sumsel,” katanya.

 

Saat ini pihaknya masih mengusut apa motif dan tujuan tersangka yang menyebarkan informasi palsu sumbangan Rp 2 T tersebut. Tersangka Heriyanti sendiri akan dikenakan dengan pasal UU No 1 Tahun 1996 pasal 15 dan 16 tentang membuat kegaduhan di hadapan publik.

 

Kuncoro menegaskan, pihaknya bakal mengusut tuntas permasalahan tersebut agar tak mengganggu penanganan Covid-19 di Sumsel.

” Motifnya masih kita dalami, Tersangka satu orang. Kita juga sedang periksa saksi inisial H lainnya untuk menggali fakta lainnya,” katanya.#osk

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...