Ultimate magazine theme for WordPress.

Ahli Tegaskan Varian Delta Plus di Indonesia Belum Terbukti Lebih Menular

Palembang, BP – Menurut Dokter Adam Prabata yang merupakan kandidat Doktor Filosofi bidang Ilmu Kedokteran Universitas Kobe menjelaskan penamaan varian Delta Plus muncul karena adanya mutasi tambahan yaitu mutasi protein spike K417N pada varian delta.

Varian ini dinamakan secara resmi secara sains, varian AY.1, serta ia mengutip keterangan WHO dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) yang menyatakan bahwa varian Delta Plus belum terklasifikasi tersendiri.

Hal itu dijelaskan Dokter Adam Prabata melalui unggahan di Instagram pribadinya @adamprabata pada Sabtu (31/07).

“Mutasi KA417N hingga saat ini belum membuat varian Delta Plus menjadi varian yang punya klasifikasi sendiri,” tuturnya.

Selain itu Adam Prabata secara tegas bahwa Varian Delta Plus yang ditemukan di Indonesia berlum terbukti lebih menular.

“Belum terbukti,” tegasnya.

“Hingga saat ini, belum cukup bukti untuk menyatakan bahwa varian Delta Plus lebih mudah menular dibandingkan varian Delta,” sambungnya.

Adam Prabata mengatakan begitu juga dengan musabab kematian pasien Covid-19.

“Hingga saat ini, belum cukup bukti untuk menyatakan bahwa varian Delta Plus lebih berisiko masuk RS atau meninggal dibandingkan varian Delta,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa varian Delta Plus diduga lebih berbahaya karena mutasi protein Spike K417N bisa menyebabkan virus lebih efisien untuk masuk ke dalam sel dan berpeluang lebih untuk menularkan.

Varian ini juga belum terbukti secara ilmiah dapat menghindari antibodi, sementara hasil tes antibodi penetralisir dari orang yang sudah divaksin menunjukkan hasil yang baik terhadap Delta Plus.

Diketahui, varian Delta yang sangat menular dari Sars-CoV-2 telah bermutasi lagi membentuk varian Delta Plus.

Varian Delta Plus baru telah terbentuk karena mutasi pada varian Delta atau B.1.617.2, pertama kali diidentifikasi di India.
Public Health England, dalam laporan terbarunya tentang varian virus corona, mengatakan varian Delta Plus diidentifikasi dalam enam genom dari India. #ric

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...