Ultimate magazine theme for WordPress.

Eksekutor Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis Sumsel Ditembak


Prengki (30) eksekutor penyiraman air keras terhadap Panji Kresna Suharjo salah yang merupakan satu aktivis di Sumatera Selatan (Sumsel) yang terjadi di Jalan TP Rustam Effendi, Kelurahan 17 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I pada 10 April 2021 lalu akhirnya tangkap  anggota Unit IV Jatanras Polda Sumsel ditempat persembunyiannya di Provinsi Lampung, Rabu (28/7).(BP/IST)

Palembang, BP- Prengki (30) eksekutor penyiraman air keras terhadap Panji Kresna Suharjo salah yang merupakan satu aktivis di Sumatera Selatan (Sumsel) yang terjadi di Jalan TP Rustam Effendi, Kelurahan 17 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I pada 10 April 2021 lalu akhirnya ditangkap  anggota Unit IV Jatanras Polda Sumsel ditempat persembunyiannya di Provinsi Lampung, Rabu (28/7).

Prengki  yang merupakan warga Lorong Keramat, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang dikenal licin, sering berpindah-pindah tempat, terhitung sudah empat bulan ini jadi buronan.

Karena melarikan diri saat akan ditangkap, anggota sempat memberikan tembakan peringatan ke udara tapi tidak di gubris pelaku sehingga anggota melumpuhkan kaki kanannya dengan sebutir timah panas.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Hisar Siallagan di dampingi kasubdit 3 Jatanras Kompol CS. Panjaitan mengatakan,  tersangka Prengki berhasil dikejar ke tempat persembunyian di Lampung. Namun tersangka ini memang sempat melarikan diri selama empat bulan.

Baca:  Penyiram Cuka Para Diamankan 

“Tersangka sempat melarikan diri selama empat bulan ke perairan daerah Sungsang. Namun pelaku akhirnya ditangkap di kawasan Lampung Timur,” kata  Hisar, Kamis (29/7).

Menurutnya, tersangka Prengki yang selama empat bulan melarikan diri ke Perairan Sungsang, namun pelaku terendus oleh petugas dan berpindah ke Desa Mulyo Sari, Kabupaten Lampung Timur.

“Tersangka ini baru berpindah tempat dari Sungsang ke Lampung Timur. Kita tangkap tersangka di sebuah rumah di kawasan Lampung timur itu,” katanya.

Dari keterangan kedua tersangka menurutnya bertolak belakang nanti akan kita di konfrontir kedua tersangka ini untuk mengetahui peran masing masing tersangka.

“Tersangka kami jerat dengan pasal 351 dan 170 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun penjara. Adapun barang bukti yang di amankan 1 motor, 1 helm dan pakaian korban,” katanya.

Baca:  Pelaku Penyiram Air Keras Ke Guru TK Ditangkap

Tersangka Prengki mengakui dirinya hanya diperintah oleh rekannya Ferry Zulkarnain (yang saat ini sudah masuk dalam proses persidangan) untuk melakukan penyiraman air keras pada korban Panji.

Dia mengakui dirinyalah yang menyiramkan air keras ke wajah korban. Hal itu ia lakukan karena diperintahkan tersangka Ferry Zulkarnain.

“Saya dengan korban tidak ada permasalahan apapun melainkan Ferry Zulkarnain lah yang bermasalah dengan korban Panji. Saya kenal sama Panji. Saya mau disuruh Ferry karena saya sudah berutang budi sama Ferry dia sudah baik sama ibu saya karena itulah saya mau disuruh nya menyiram air keras,”katanya.

Dikatakan Prengki ia disuruh menyiram air keras ke korban Panji tidak di upah sepeser pun oleh Ferry. Yang menyiapkan cuka parah, dan motor dari Ferry semua rencana penyiraman air keras sudah tiga hari direncanakan.

Baca:  Pungli Di Pelabuhan Boom Baru Dibongkar Polisi

“Waktu itu saya di bonceng Ferry, Panji kami iringi dari belakang tiba di TKP motor korban langsung dipepet baju korban saya tarik korban lalu terguling saya siram kan air keras ke wajah nya,” katanya.

Motif Ferry menyuruh Prengki menyiram air keras ke korban karena sakit hati dengan korban yang telah menipu keluarga Ferry 125 juta dengan janji bisa memasukan keluarga Ferry menjadi PNS.

“Uang Rp 125 juta telah diberikan kepada korban untuk mengurus keluarga Feri masuk PNS tapi tak ada realisasinya, Namun uang Rp125 juta tidak di kembalikan oleh korban itulah yang membuat Fery kesal dan sakit hati,”katanya.#osk

 

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...