Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Masyarakat Harus Bisa Bedakan Informasi Hoaks atau Bukan

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Wilayah Sumatera 1, Sumatera Selatan (Sumsel)-Palembang, yang mengajak semua peserta untuk mengetahui lebih jauh tentang hoaks dan bagaimana kiat melawannya, Selasa (27/7).(BP/IST)

Palembang, BP- Masyarakat  bisa membedakan ymana informasi hoaks atau bukan. Beranjak dari kenyataan ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) menyelenggarakan Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Wilayah Sumatera 1, Sumatera Selatan (Sumsel)-Palembang, yang mengajak semua peserta untuk mengetahui lebih jauh tentang hoaks dan bagaimana kiat melawannya, Selasa (27/7).

Mengangkat tema “Menjadi Netizen Pejuang, Bersama Lawan Hoaks” dan menghadirkan empat narasumber masing-masing Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu (UNIB) Dr Mas Agus Firmansyah MSi, Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Informasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta Harry Sanjaya SSos MSi,

Wakil Rektor III Universitas PGRI Palembang Drs Sukardi MPd, dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Palembang Dr Ali Dahwir SH MH.

Istimewanya webinar kali ini, keempat narasumber kompak mengedukasi masyarakat Indonesia, terutama peserta webinar, untuk bersama-sama mengenali hoaks, bahaya hoaks, dan triks melawan hoaks sesuai disiplin ilmu dan sudut pandang masing-masing narasumber.

Baca:  Internet Sehat Untuk Anak Cerdas Harus Ditemani Orang Tua

Narasumber ketiga misalnya. Wakil Rektor III Universitas PGRI Palembang Drs Sukardi MPd mengangkat materi “Dampak Penyebaran Hoaks”. Menurut Sukardi, hoaks merupakan informasi bohong yang dibuat dengan sedemikian rupa sehingga seolah-olah benar adanya. Hoaks biasanya akan dikemas menjadi beberapan konten seperti narasi informasi atau berita, foto atau gambar rekayasa dan video.

Dalam penjelasan berdurasi 20 menit, Sukardi membeberkan bagaimana bahaya dan dampak hoaks. Hoaks kata dia, bisa menjadi pemicu munculnya dampak buruk seperti keributan, keresahan, perselisihan bahkan ujaran kebencian sehingga dapat mengganggu kesehatan mental.

“Hoaks dapat menimbulkan kecemasan dan memicu kepanikan publik. Menyebabkan pikiran menjadi imajiner membayangkan keadaan secara berlebihan. Selain itu menyebabkan gangguan pada emosional dan suasana hati. Manipulasi dan kecurangan dapat menjatuhkan manusia jika dilakukan secara terus menerus, penyebaran informasi palsu (hoaks) akan mempengaruhi bentuk mental masyarakat,” urainya.

Sama seperti narasumber lainnya, Sukardi menjelaskan bagaimana cara menghindari hoaks. Pertama kata dia, hati-hati dengan judul provokatif dan baca keseluruhan isi informasi atau berita. Selanjutnya yang kedua, jangan mudah percaya dengan foto atau video yang beredar.

Baca:  Belajar Online Anak-Anak Perlu Pendampingan Orang Tua

“Hati-hati dalam membagikan informasi atau berita yang anda baca. Apabila menjumpai informasi hoaks, dapat segera melaporkannya melalui media digital,” katanya.

Sementara untuk menghindari hoaks demi kesehatan mental, Sukardi menyarankan agar setiap kita bersikap skeptis dan mampu belajar menilai kabar.

Webinar ini sendiri dimulai pukul 09.00 dibuka oleh moderator Avicenna Inovasanti. Kemudian menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI. Kemudian, keynote speech kedua disampaikan Wali Kota Palembang H Harnojoyo yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar tersebut. Selain itu, turut hadir menghangatkan dan memotivasi peserta webinar yakni Tysa Novenny Sariosa (News Anchor Tv One “Kabar Petang”, Profesional Moderator & Pembawa Acara) sebagai Key Opinion Leader (KOL).

Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator Avicenna Inovasanti mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Baca:  Kunci Sukses Pembelajaran Daring

Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel menyebutkan, webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemprov Sumsel diikuti secara virtual oleh 472 orang peserta dari kalangan mahasiswa dan aktifis organisasi kepemudaan/kemahasiswaan.

Untuk webinar ke-28 selanjutnya diselenggarakan Rabu, (28/7)   2021 dengan tema “Sejahtera Lewat Digital” yang bakal menghadirkan empat narasumber berkompeten antara lain Ulez Hulaesuddin (Founder @makanhalalbogor, Co-Founder @brii_story), Muhamad Arif Rahmat SHI (Certified Life Coach), Novran Hansya Kurniawan, S.STP. (Kepala Dinas Perindustrian Kota Palembang) dan Sumarni Bayu Anita SSos MA (Wakil Ketua III Stisipol Chandradimuka Palembang). #osk

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...