Ultimate magazine theme for WordPress.

Penimbun Obat-Obatan Covid-19 Meghambat Kebutuhan Orang Banyak, MUI: Dosa Besar!

Palembang, BP- Anggota Unit Kriminal Khusus Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat menggerebek satu unit rumah toko di Jalan Peta Barat Indah III Blok C Nomor 8, Kalideres, Jakarta Barat.

Ruko dengan tiga lantai itu diduga menjadi tempat menimbun ribuan dus berisi obat-obatan yang dibutuhkan pasien Covid-19.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, Cholil Nafis menanggapi terkait adanya oknum penimbun obat-obatan untuk pasien Covid-19 tersebut.

Cholil Nafis mengatakan oknum tersebut tampak mengambil kesempatan di saat tingginya jumlah pembeli obat-obatan Covid-19, mengingat terjadi lonjakan kasus harian Covid-19 di Indonesia.

Menurut Cholil Nafis, mafia obat-obatan Covid-19 tersebut harus diberantas, karena disebutnya kini di beberapa daerah telah terjadi krisis obat.

Hal itu disampaikan Cholil Nafis melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @cholilnafis pada Senin (26/07) dini hari.

“Tlg berantas mafia obat2-an covid-19. Terlihat di beberapa daerah krisis obat,” ujarnya.

Cholil menegaskan bahwa merupakan dosa besar jika menghambat dan menutup kebutuhan orang banyak, apalagi obat-obatan yang menyangkut nyawa dan hidup orang yang sedang sakit.

“Dosa besar menghambat dan menutup kebutuhan orang banyak apalagi berupa obat2-an yg menyangkut nyawa dan hajat hidup orang sakit yg sdg dlm bahaya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Unit Satuan Kriminal Khusus Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Polisi Fahmi Fiandri menuturkan penyidik kini menunggu pemeriksaan saksi ahli dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), untuk segera menetapkan tersangka penimbunan obat.

Sampai saat ini, sebanyak 18 orang telah diperiksa oleh polisi, antara lain dari saksi manajemen perusahaan dan ahli terkait kasus penimbunan obat.

Kemudian juga terdapat lima saksi ahli yang telah diperiksa di antaranya ahli pidana, pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pihak Kementerian Perdagangan dan ahli perlindungan konsumen. #ric

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...