Ultimate magazine theme for WordPress.

Pandemi Covid-19, Akses Media Digital Bermanfaat Untuk Promosi Budaya

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Wilayah Sumatera 1 (Sumatera Selatan-Palembang), Senin (26/7) (BP/IST)

Palembang, BP- Saat Pandemi Covid berbagai akses media digital dapat dimanfaatkan untuk , promosi budaya yang lebih efektif.

Sesuai tema Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Wilayah Sumatera 1 (Sumatera Selatan-Palembang), Senin (26/7),kali ini yakni “Promosi Budaya Indonesia Melalui Media Digital”, menghadirkan empat narasumber antara lain Dr M Rizal Taufikurahman (Peneliti INDEF dan Dosen Trilogi Jakarta), Koharudin ST (Kepala Seksi Layanan Hubungan Media Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Jakarta Utara), Aufa Syahrizal SP MSc (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan), dan Dr LR Retno Susanti MHum (Dosen Sejarah Universitas Sriwijaya).

“Justru lebih murah, misalnya video-video interaktif, foto-foto objek wisata dan sebagainya bisa langsung dengan cepat disebarkan terkait budaya Indonesia atau budaya suatu tempat misalnya budaya Palembang,” kata narasumber ke 2, Koharudin S. T, Kepala Seksi Layanan Hubungan Media Kemenkominfo RI pada Webinar Gerakan Literasi Digital 2021 di Kota Palembang, Senin (26/7).

Menurut Koharudin, ST, media digital dapat menjadi wadah untuk menyebarluaskan informasi mengenai budaya bangsa Indonesia dalam bentuk apa pun dengan mudah dan cepat. Namun perlu diwaspadai keamanan-keamanan akun aplikasi atau media social para pengguna. Koharuddin juga memberikan beberapa tips aman menggunakan media social. Selama waktu lebih kurang 20 menit yang diberikan moderator, Koharuddin mentransfer ilmu-ilmu praktisnya kepada para peserta webinar yang digelar Kemenkominfo RI kali ini.

Baca:  Ajak Generasi Milenial Bermedsos Secara Sehat dengan Filter Pancasila

Webinar dimulai pukul 09.00 yang dibuka oleh moderator Hikmatun Hassana. Kemudian menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI.

Kemudian, keynote speech kedua disampaikan Wali Kota Palembang H Harnojoyo yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar tersebut. Selain itu, turut hadir menghangatkan dan memotivasi peserta webinar yakni Fanie Maulida (Social Network Marketer, HDI enterpriser, Pengusaha @ayamtangkapblangbintang, Owner @ramestudio20, @fantastical.id) sebagai Key Opinion Leader (KOL).

Usai M Rizal Taufikurahman dan Koharudin menyampaikan paparannya, giliran Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Aufa Syahrizal diwakilkan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Pemasaran Disbudpar Sumsel, Vita Sandra SPd MComm mengangkat materi berjudul “Implementasi Etika di Dunia Digital”.

Kaitannya dengan tema webinar, Vita menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel melalui Disbudpar Sumsel punya aplikasi khusus untuk mempromosikan dunia pariwisata, kebudayaan, dan kuliner tradisional yang dimiliki Provinsi Sumsel kepada masyarakat luas.

Baca:  Awas, Kejahatan Dunia Maya Selalu Mengincar!

“Aplikasi ini diberi nama Gentak Informatif Wisata Andalan yang Nyaman dan Gempita atau disingkat GIWANG, yang telah dilaunching langsung oleh Gubernur Sumsel bapak Herman Deru pada 19 Juni 2021 belum lama ini,” katanya.

Dia menambahkan, sesuai permintaan Gubernur Herman Deru dalam acara launching aplikasi GIWANG tersebut, agar Disbudpar Sumsel dapat memberikan penilaian terhadap tempat wisata yang dimiliki dengan standarisasi yang mempertimbangkan kelengkapan fasilitas, sinyal, jaringan internet, kenyamanan, keamanan dan akses jalan.

“Gubernur juga meminta dilakukan promo yang berkesinambungan agar aplikasi GIWANG dapat didengar dan tersampaikan oleh seluruh masyarakat Sumsel dan masyarakat Indonesia yang ingin berkunjung ke Sumsel. Beliau berharap aplikasi ini bermanfaat dalam membangkitkan dunia kepariwisataan di Sumsel serta dilestarikannya kebudayaan dan makanan serta produk tradisional yang dimiliki oleh Sumsel,” katanya.

Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator Hikmatun Hassana mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Baca:  Tantangan Era Digital Pemerintah Daerah Harus Dapat Bertransformasi

Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel menyebutkan, webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemprov Sumsel diikuti secara daring oleh 781 orang peserta dari kalangan mahasiswa dan aktifis organisasi kepemudaan.

Untuk webinar ke-27 selanjutnya diselenggarakan Selasa, 27 Juli 2021 dengan tema “Menjadi Netizen Pejuang, Bersama Lawan Hoaks” yang bakal menghadirkan empat narasumber berkompeten antara lain Dr Mas Agus Firmansyah MSi (Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu), Harry Sanjaya SSos MSi (Kepala Seksi Pelayanan Informasi Publik Diskominfotik DKI Jakarta), Drs Sukardi MPd (Wakil Rektor III Universitas PGRI Palembang) dan Dr Ali Dahwir SH MH (Dekan Fakultas Hukum Universitas Palembang).#osk

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...