Ultimate magazine theme for WordPress.

Masih Ada Kiai Yang Tak Percaya Covid-19, Ketua PBNU Kutip Perkataan Imam Ghazali

Palembang, BP – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj bersama pihaknya terus berusaha mengedukasi masyarakat agar peduli dan mau tahu dampak bahaya yang dapat disebabkan oleh Covid-19.

Said Aqil Siradj turut mengajak masyarakat untuk bersedia melakukan vaksinasi Covid-19 yang bertujuan mencapai target pembentukan herd immunity (kekebalan kelompok).

“Oleh karena itu, saya sudah dua tahun ini tidak berhenti menyadarkan warga NU tentang bahayanya virus Covid-19. Virus itu ada dan sangat bahaya. Maka ayo kita sukseskan vaksinasi,” katanya, dikutip dari NU Online, Minggu (25/07).

Said Aqil Siradj merasa khawatir ketika mengetahui masih ada beberapa kyai yang tidak percaya Covid-19 bahkan berprasangka buruk terhadap vaksinasi.

Menurutnya, jika sikap itu dibiarkan, maka lambat laun kepercayaan masyarakat akan terkikis. Akibatnya, menimbulkan bahaya lain yang lebih besar.

“Itu ada beberapa Kiai yang masih tidak percaya Covid-19. Masih suudzon dengan kebijakan vaksinasi. Itu nanti bahayanya akan kembali kepada kita,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa membenturkan vaksinasi dengan dalih membela iman adalah perbuatan yang dapat mendatangkan mudarat.

Kemudian Said Aqil Siradj menyebut tidak ada bahaya yang lebih dahsyat bagi agama Islam kecuali informasi salah yang disampaikan pembelanya daripada berita dari para pembencinya.

“Lebih besar bahayanya orang yang seolah-olah membela tapi tidak dengan cara yang benar (emosional), tidak berdasarkan ilmu pengetahuan. Itu kata Imam Ghazali,” katanya.

Mengutip Surat Al-Ashr, Ketum PBNU itu menyampaikan bahwa terdapat klasifikasi dalam membedakan keimanan seseorang, yaitu Syad dan Musyahadah.

“Seseorang yang hatinya sudah musyahadah bila diintimidasi hatinya tidak akan goyah, walaupun belum tahu konsekuensinya apa,” katanya.

Selain itu, ia turut menjelaskan kepada masyarakat bahwa keimanan memiliki dua sisi, yaitu Iman bi Rububiyatullah sebagai dasar keimanan seseorang dalam meyakini adanya Allah.
Kemudian, Iman bi Ulihiyatillah sikap tawazuh (menghadap/memohon) hanya kepada Allah.

Menurutnya, virus Covid-19 itu benar-benar ada dan berbahaya karena dapat menulari siapa saja dengan cepat.
Oleh karenanya, ia mengatakan sebuah tanda tanya besar jika masih ada Kiai atau pemuka agama Islam yang tidak percaya Covid-19 hingga menolak program vaksinasi.

Sekedar informasi, menurut data dari Kementerian Kesehatan, jumlah orang yang sudah vaksinasi Covid-19 di Indonesia hingga Jumat (23/07) pukul 18.00 WIB, sebanyak 43.932.287 orang telah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama.

Jumlah tersebut menunjukkan adanya penambahan, yaitu sebanyak 460.846 orang yang telah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama dari hari sebelumnya, Kamis (22/07) yang tercatat, masih di angka 43.417.431 orang.

Penerima vaksin Covid-19 hingga dosis kedua atau lengkap juga mengalami penambahan, yaitu sebanyak 240.879 orang menjadi 17.253.709 orang. #ric

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...