DPD RI Minta Jokowi Libatkan Mantan Menkes Siti Fadilah Supari Untuk Tangani Pandemi Covid-19

19

Palembang, BP – Pandemi Covid-19 di Indonesia masih terus meningkat kasus penyebarannya, sejumlah upaya terus dilakukan untuk menekan angka ini.

Salah satunya yakni dengan melakukan Vaksinasi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat merupakan cara yang dilakukan.

Namun, Wakil Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin meminta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) agar mantan Menkes Siti Fadilah Supari dilibatkan dalam penanganan pandemi Covid-19.

Sultan Bachtiar Najamudin mengapresiasi langkah pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Namun, Sultan Bachtiar Najamudin menilai pemerintah pusat saat ini tengah membutuhkan dukungan, sekaligus melibatkan banyak pihak berkompeten, untuk menghadapi pandemi Covid-19, hingga menentukan langkah serta skema kebijakan yang akan diambil.

“Kita tidak pernah tahu kapan pandemi ini berakhir, maka kita butuh kesiapan dalam menghadapi, bagaimanapun situasinya ke depan, baik dalam penanganan maupun pencegahan terhadap setiap kemungkinan terburuk yang akan terjadi, Dan harus melibatkan orang-orang khusus yang memiliki rekam jejak dalam menghadapi pandemi,” kata Sultan, dikutip dari Tribun Sumsel, Rabu (22/07).

Menurutnya, mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, adalah salah satu orang yang tepat untuk dilibatkan pemerintah untuk memberi wawasan, pertimbangan, bahkan susunan strategi kebijakan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, untuk melawan Covid-19.

“Saya meminta kepada Bapak Presiden RI untuk memanggil Ibu Siti Fadilah Supari ke Istana, dan sekaligus pemerintah dapat memberikan ruang keterlibatan secara formal (kewenangan khusus) dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia,” ucapnya.

Menurut senator muda asal Bengkulu tersebut, dalam menghadapi pandemi sekarang, kita butuh sosok yang memiliki pengalaman nyata.

Sultan mengatakan, presiden dan seluruh jajaran sudah berusaha maksimal melakukan yang terbaik untuk rakyat dalam menghadapi pandemi ini, tapi situasi sekarang memang darurat.

“Ibarat sebuah perang, menurut saya presiden perlu banyak masukan, nasihat, dan pertimbangan sebagai penguatan keyakinan dalam mengambil setiap keputusan, Presiden perlu kekuatan penuh dalam berperang melawan pandemi Covid-19 ini.” ujarnya.

“Saat yang tepat presiden melibatkan sebanyak mungkin orang-orang yang berkompeten dalam bidangnya, bukan hanya dr Siti Fadila Supari, tapi sosok seperti dokter Terawan dan tentu masih banyak ahli-ahli berpengalaman lain,” papar Sultan.

Sekadar informasi, selain pernah menjabat Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari juga menjadi staf pengajar kardiologi di Universitas Indonesia.

Siti merupakan ahli jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita selama 25 tahun. Pada 2007, ia menulis buku berjudul Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung konspirasi Amerika Serikat dan organisasi WHO dalam mengembangkan senjata biologis dengan menggunakan virus flu burung.

Buku tersebut menuai protes dari petinggi WHO dan Amerika Serikat. Pada 1987, Siti menerima The Best Investigator Award Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Best Young Investigator Award dalam Kongres Kardiologi di Manila, Filipina (1988).

Kemudian, dia menerima The Best Investigator Award Konferensi Ilmiah tentang Omega 3 di Texas Amerika Serikat (1994) dan Anthony Mason Award dari Universitas South Wales (1997).

“Ibu Siti adalah aset bangsa ini, apalagi dalam menghadapi pandemi, beliau adalah seorang ilmuwan dan kaya pengalaman di birokrasi sebagai menteri di pemerintahan, selain itu, beliau telah menerbitkan 150 karya ilmiah yang dipublish dalam jurnal nasional maupun internasional,” papar Sultan.

Siti Fadilah Supari adalah aktor utama yang berperan dalam mengatasi dua pandemi flu yang pernah melanda Indonesia.

“Dan saya harap presiden, pemerintah dapat mewujudkannya, dengan melibatkan sosok-sosok berpengalaman seperti dr Siti Fadilah Supari dan yang lain,” pungkasnya. #ric