Waspada Cacing Pita Pada Daging Sapi Mentah Atau Setengah Matang

26

Palembang, BP – Jelang Hari Raya Qurban akan banyak penyebaran daging sapi dan kambing ke masyarakat. Semua kalangan merasakan berkah tersebut. Daging sapi dapat diolah menjadi beragam jenis makanan lezat, salah satunya sate. Namun, Anda harus memperhatikan cara mengolah dan memasaknya. Jika kurang matang dan benar-benar bersih dalam mengolahnya daging sapi bisa jadi masih mengandung cacing pita bernama Taenia saginata yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia.

Taenia saginata adalah sejenis cacing pita yang dapat hidup dan berkembang di dalam tubuh sapi. Dilansir dari laman kesehatan alodokter. Cacing ini berwarna putih, berbentuk pipih, dan bisa tumbuh hingga panjangnya mencapai 5–25 meter. Selain itu, Taenia saginata juga mampu memproduksi telur hingga kurang lebih 200 juta telur.
Cacing Taenia saginata dapat hidup di mana saja, terutama wilayah subtropis atau tropis seperti Indonesia. Cacing ini juga masih banyak ditemukan di wilayah dengan sanitasi lingkungan yang buruk atau tidak tersedia air bersih.

Cacing Taenia saginata dapat menyebabkan infeksi jika seseorang mengonsumsi daging sapi yang sudah terkontaminasi cacing ini, terutama jika daging sapi tersebut tidak dimasak hingga matang.

Infeksi cacing Taenia saginata berawal ketika seseorang menjalani pola hidup tidak sehat, misalnya buang air besar di tempat terbuka dan mengeluarkan tinja yang sudah terkontaminasi telur cacing Taenia saginata.

Telur cacing tersebut kemudian akan bertahan hingga berbulan-bulan di alam terbuka dan mengontaminasi lingkungan, tanah, atau tanaman di sekitarnya.

Ketika tanaman yang sudah terkontaminasi telur cacing tersebut termakan oleh sapi, telur cacing Taenia saginata akan masuk ke dalam tubuh sapi untuk menetas dan berkembang biak di sana.

Penularan dari sapi ke manusia dapat terjadi ketika seseorang mengonsumsi daging sapi mentah atau setengah matang yang telah terkontaminasi telur cacing ini.

Di dalam tubuh manusia, telur cacing Taenia saginata akan menetas dan tumbuh menjadi cacing dewasa dalam jangka waktu 2 bulan, kemudian menetap hingga bertahun-tahun lamanya. Cacing Taenia saginata yang sudah dewasa akan menempel pada usus kecil, lalu berpindah ke anus dan bertelur pada tinja manusia.
Gejala dan Komplikasi Infeksi Cacing Taenia saginata

Cacing Taenia saginata dan jenis cacing pita lainnya dapat menyebabkan infeksi yang disebut taeniasis. Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala berikut ini:

Gangguan pencernaan, seperti diare atau terasa seperti ada sumbatan di usus
Sakit perut
Pusing
Mual
Lemas
Berat badan turun
Nafsu makan berkurang

Gejala-gejala di atas dapat muncul dalam waktu 8 minggu setelah mengonsumsi daging sapi yang telah terkontaminasi cacing Taenia saginata. Namun, infeksi cacing ini terkadang bisa saja tidak menimbulkan gejala.

Pada beberapa kasus yang jarang terjadi, taeniasis dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyumbatan usus dan gangguan fungsi organ atau sistiserkosis

Cara Menangani Infeksi Cacing Taenia saginata:
Jika Anda mengalami berbagai gejala infeksi cacing Taenia saginata, segera periksakan diri ke dokter untuk menjalani pemeriksaan dan mendapat penanganan yang tepat.
Untuk mendiagnosis infeksi cacing Taenia saginata, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang berupa tes darah lengkap dan analisis tinja. Pada kasus tertentu, dokter juga mungkin akan melakukan tes pemindaian menggunakan CT scan atau MRI.

Setelah hasil diagnosis diperoleh dan Anda positif menderita taeniasis, dokter akan memberikan obat antiparasit untuk membasmi cacing Taenia saginata di dalam tubuh Anda.

Obat-obatan antiparasit yang biasanya digunakan untuk membasmi cacing Taenia saginata adalah paraziquantel, niclosamide, atau albendazole. Obat-obatan tersebut bekerja dengan cara melumpuhkan cacing pita, sehingga mudah dikeluarkan dari tubuh melalui tinja.
Setelah beberapa bulan pengobatan, dokter akan memeriksa kembali sampel tinja untuk memastikan tidak ada cacing yang tersisa di dalam tubuh Anda.
Agar terhindar dari infeksi cacing Taenia saginata, Anda dapat mempratikkan langkah-langkah hidup sehat berikut ini:
Jaga kebersihan lingkungan dan perbaiki keadaan sanitasi.
Cuci tangan dengan air dan sabun setelah buang air besar dan buang air kecil, serta sebelum makan dan mengolah makanan.
Cuci bersih sayur dan buah dengan air mengalir sebelum dikonsumsi.
Simpan daging sapi di kulkas atau freezer dengan suhu minus 30o Celcius untuk membunuh larva dan telur cacing.
Masak daging sapi hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
Rutin minum obat cacing sesuai rekomendasi dokter. #rid/net