Imbas Pandemi Covid-19, Pedagang Hewan Kurban di Palembang Mengaku Terjadi Penurunan Pembeli

14

Palembang, BP – Menjelang hari raya Idul Adha 1442 H atau yang dikenal juga hari raya kurban ini pastinya menjadi momentum yang baik bagi para pedagang hewan kurban untuk memperoleh keuntungan yang besar.

Namun, sayangnya perayaan hari raya Idul Adha tahun ini tidak seperti dua tahun belakangan karena saat ini Indonesia sedang dalam masa pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 ini juga berdampak pada ekonomi rakyat yang menurun, hal inipun dirasakan oleh salah satu pedagang hewan kurban di Kota Palembang.

Pedagang hewan kurban di depan pom bensin Demang Lebar Daun Palembang yakni Ilyas (60) mengaku mengalami penurunan pembeli pada perayaan Idul Adha tahun 2021 ini.

“Kalo masalah pembelinya memang jauh menurun,” ujarnya.

Ilyas yang sudah berjualan hewan kurban selama hampir 50 tahun ini mengatakan antusias masyarakat untuk membeli hewan kurban selama masa pandemi Covid-19 ini menurun drastis tidak seperti sebelum adanya pandemi.

“Biasanya tuh kalo sebelum ada corona nih, tiga hari sebelum lebaran itu udah terjual 50 sampai 60 hewan kurban, ini minimal baru 20 an,” ungkapnya.

Ilyas mengungkapkan memang pembeli hewan kurban saat pandemi Covid-19 sepi dan jauh menurun seperti sebelum adanya pandemi Covid-19.

“Kalo idak corona nih, biasanya aku tuh terjual 60, 70 hewan kurban, sekarang cuman 20an yang terjual, turun tiga kali lipat, jauh turunnya,” sambungnya.

Selain itu, Ilyas juga menyebut kandang-kandang pedagang hewan kurban lain yang ditanyainnya juga mengaku sepi dari pembeli.

“Samo bae, sepi juga gara-gara corona,” tuturnya.

Sementara itu, Ilyas juga menjelaskan beberapa harga dan jenis hewan kurban yang dijualnya, mulai dari harga termurah hingga termahal.

“Kalo kambing yang paling mahal itu 5 jutaan dan paling murah 2 jutaan, sedangkan sapi lokal ado, sapi bali ado, paling mahal itu harganya ado yang 35 juta, ado yang 38 juta,” pungkasnya. #ric