Ultimate magazine theme for WordPress.

Satpol PP Viral Pukul Pasutri, Resmi Jadi Tersangka dan Dinonaktifkan Jabatan

Gowa, BP – Polres Gowa resmi menetapkan Mardani Hamdan sebagai tersangka. Sekretaris Satpol PP Kabupaten Gowa itu sebelumnya dilapor ke polisi usai memukul sepasang suami istri pemilik kafe saat penertiban PPKM Mikro pada Rabu (14/7/21).

Kapolres Gowa, AKBP Tri Goffarudin Pulungan mengatakan Mardani Hamdan ditetapkan sebagai tersangka usai Satuan Reserse Kriminal Polres Gowa melakukan gelar perkara pada Jumat (16/7/21) siang. Dihadapan penyidik, Mardani mengakui segala perbuatannya setelah menjalani pemeriksaan selama 5 jam.
“Hari ini kita juga sudah melaksanakan gelar perkara untuk menetapkan pelaku ke tersangka. Jadi intinya saat ini pelaku sudah kita jadikan tersangka,” kata Tri saat menggelar jumpa pers di Polres Gowa, Jumat (16/7/21) petang.

Menurut Tri, karena Mardani adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) maka sebelum ditahan ia lebih dahulu harus menjalani pemeriksaan secara internal di lingkup Pemerintahan Kabupaten Gowa. Usai pemeriksaan itu barulah Mardani akan ditahan oleh pihak kepolisian.
“Saat ini sedang menjalani pemeriksaan internal. Nanti setelah rampung akan diserahkan dari pihak Pemda ke kita. Tapi saat ini sudah tersangka,” jelasnya.

Pada kasus ini, lanjut Tri, penyidik Satreskrim Polres Gowa sedikitnya memeriksa tujuh orang saksi. Selain itu polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya rekaman CCTV, hasil Visum kedua korban dan satu buah kursi kafe.

Akibat perbuatannya, Mardani Hamdan pun terancam Pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Gowa, Alimuddin Tiro mengatakan, jabatan tersangka, Mardhani Hamdan sebagai Sekretaris Satpol PP dinonaktifkan pekan depan.

“Iya, mulai hari Senin jabatannya dinonaktifkan dulu,” kata Alimuddin Tiro kepada wartawan, Jumat (17/6/21).

Penonaktifan jabatan Mardhani Hamdan kata Alimuddin berkaitan dengan pemeriksaan tersangka yang masih sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Inspektorat Kabupaten Gowa.
“Yang bersangkutan baru dinonaktifkan dulu,” pungkasnya. #muh

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...