Kurban Online Atau Jual Beli Hewan Kurban Secara Online Itu Hukumnya Sah

40

Palembang, BP – Jelang hari Raya Idul Adha 2021 M/ 1442 Hijriah yang jatuh pada 20 Juli 2021 mendatang, tentunya hewan kurban menjadi hal penting untuk dipersiapkan.

Namun, hari raya kurban tahun ini tidak seperti biasanya karena berada di masa Pandemi Covod-19 terlebih di Kota Palembang yang saat ini sedang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Pandemi Covid-19 ini mewajibkan masyarakat untuk menghindari kerumunan dan menjaga jarak, sehingga layanan kurban secara online menjadi pilihan yang praktis bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah kurban.

Akan tetapi, banyak masyarakat yang masih ragu tentang hukum kurban secara online ini. Sehingga tidak sedikit masyarakat yang akhirnya tidak mau melakukan kurban secara online dan lebih memilih secara langsung yang dapat berpotensi menimbulkan kurumunan.

Ketua Umum Forum Dai Ekonomi Islam Sumatera Selatan (ForDEISS) Ustadz Dr. Ulil Amri, Lc., M.H.I mengatakan definisi kurban artinya dekat atau mendekatkan, sedangkan secara istilah kurban adalah kegiatan ataupun ibadah, amalan, yang disunnahkan Nabi Muhammad SAW yang dilakukan setelah sholat Idul Adha kemudian sampai menjelang hari ketiga dilaksanakan.

“Jadi kurban itu sendiri artinya mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ulil menambahkan saat ini perkembangan zaman teknologi dapat memudahkan seseorang untuk berkurban apabila sebelum pandemi seseorang bisa langsung membeli dan menyaksikan pemotongan hewan kurban kita sendiri.

Terkait dengan hukum kurban secara online, Ulil mengatakan untuk transaksinya itu hukumnya dibolehkan.

“Sesuai kaidah hukum Islam, asal segala sesuatu itu adalah dibolehkan sampai ada satu dalil yang mengharamkannya,” sambungnya.

Akademisi UIN Raden Fatah Palembang ini menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada satupun ulama yang mengharamkan transaksi ataupun membeli hewan kurban melalui sistem online berdasarkan kaidah fiqh yang disebutkan tadi.

“Jadi, boleh-boleh saja, sah-sah saja. Kalaupun kita memaksakan diri tanpa membeli hewan kurban secara online, kita harus keluar rumah, harus bertemu orang, kita tidak tahu, kesehatan apa yang akan menimpa diri kita. Maka dalam Islam ada istilah kemudahratan itu harus dihilangkan,” ujarnya.

Ulil menuturkan tidak boleh sesuatu kemudharatan itu menimpa seseorang yang disisi lain akan melaksanakan suatu ibadah sunnah. Oleh karena itu, menurutnya ada baiknya kita membeli kurban secara online.

Selain itu, Ulil juga meminta masyarakat juga harus memperhatikan beberapa hal dalam membeli hewan kurban secara online.

“Untuk mengantisipasi kemudharatan juga, kita bisa memperhatikan poin-poin syarat dalam pembelian huwan kurban secara online seperti difoto hewan yang kita beli. Kemudian juga terkait pengirimanan ke masjid atau tempat pemotongan juga meminta tolong juga difotokan,” sambungnya.

“Dan yang terpenting ada bagian untuk orang yang berkuban itu sepertiga, tapi jika tida mau diambil boleh dihadiahkan atau disedekahkan,” pungkasnya. #ric