BPOM Akan Keluarkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Pfizer

11

Palembang, BP – Pemerintah terus mempercepat program vaksinasi Covid-19 bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Program percepatan vaksinasi ini harus segera dilakukan demi mencapai herd immunity dan menekan penyebaran virus mematikan tersebut.

Sebelumnya Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin juga telah menyampaikan, bahwa saat ini vaksinasi di Indonesia telah menembus 50 juta suntikan.

Di sisi lain, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga akan mengeluarkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk vaksin Pfizer dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/07).

“Dalam waktu dekat juga akan sedang berproses (EUA) vaksin Pfizer,” kata Penny.

Penny menjelaskan, saat ini ada enam fasilitas yang memproduksi vaksin Pfizer. Sehingga BPOM akan memberikan EUA kepada produsen vaksin Pfizer yang lebih dulu memberikan data klinis secara lengkap.

“Pfizer di beberapa fasilitas produksi ada 6 produksi. Data yang lengkap sudah ada di 2/3 produksi, sehingga dalam waktu secepatnya akan lebih dulu yang sudah lengkap data mutunya,” tutur Penny.

Di samping itu, dalam rapat yang sama, Menkes Budi mengatakan Indonesia baru saja meneken kontrak dengan Pfizer.

Lebih lanjut, Menkes menargetkan vaksin Pfizer bisa tiba di Indonesia dan disuntikkan ke masyarakat secara bertahap mulai Agustus 2021.

“Pfizer kontraknya baru ditandatangani. Mudah-mudahan di akhir Agustus sudah mulai jalan,” ujar Menkes Budi, dikutip dari PMJ News.

Hingga saat ini, tercatat sudah ada 5 vaksin Covid-19 yang mendapat EUA dari BPOM. Yakni vaksin Sinovac siap pakai, bulk Sinovac yang diproduksi Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna. #ric