Selebgram Palembang Datangi KPAI Minta Pendampingan Hukum

29

Kini Noviana (38) Selebgram Palembang mendatang KPAI Palembang untuk berkoordinasi dan konsultasi hukum. (BP/IST)

Palembang, BP–Setelah melaporkan rekannya berinisial TD dalam perkara UU ITE di Polda Sumsel beberapa hari lalu. Kini Noviana (38) Selebgram Palembang warga Jalan Sukabangun II Kecamatan Sukarami, mendatang Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Palembang untuk berkoordinasi dan konsultasi hukum terhadap laporannya karena terlapor TD menghina putranya yang masih dibawah umur, Selasa (13/7).

Ditemui usai koordinasi ke KPAI Novi mengatakan, tujuannya ke KPAI Palembang untuk meminta pendampingan terkait kasus bullying terhadap anaknya. Karena atas kejadian tersebut membuat psikologis anak terganggu.

“Kondisi anak saya mentalnya terganggu, karena ia melihat dari Instagram pribadi saya menanyakan kenapa ribut dengan tante itu kenapa ma,” kata Noviana Selasa (13/7).

Dengan pendampingan dari  KPAI kasus bullying terhadap anaknya agar segera di proses oleh pihak berwajib. Untuk memberikan efek jerah terhadap si pelaku.

Diberitakan sebelumnya, TD ini menghina dan mencaci anak korban dengan kata-kata kasar, seperti gendut, hitam dan seperti hewan. “Hal itu dilakukannya melalui akun media sosialnya (Story Instagram),” katanya.

Novi menjelaskan awal mula terjadinya hal itu bermula saat dirinya memiliki masalah dengan orang lain, namun tidak tau berdasarkan alasan apa TD tiba-tiba ikut campur.

Dalam laporan yang dibuat oleh Novi di SPKT Polda Sumsel sekira pukul 20.00 , pada Jumat (9/7) dirinya turut menyertakan bukti print kata kata hinaan yang dilontarkan di akun story instagram milik TD.

“Saya juga melampirkan bukti kata-kata kasar dalam laporan saya ini. Saya berharap dengan laporan ini polisi dapat menindak lanjut laporan tersebut segera mungkin,” katanya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi membenarkan adanya laporan tersebut.

“Benar ada laporan mengenai UU ITE dan sudah kita terima, akan segera dilimpahkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus untuk dilakukan penyelidikan,” kata Supriadi.#osk