Ketua DPRD Sumsel Minta Pemberlakuan Perda Peningkatan Disiplin

15

Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati (BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP- Tingginya angka Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan masih lalainya masyarakat dalam mengedepankan Protokol Kesehatan (Prokes) membuat Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati meminta kepada Pemerintah Provinsi Sumsel  untuk menerapkan peraturan daerah (Perda)Tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum dalam Pencegahan dan Pengendalian Wabah Penyakit Menular dan Bencana.

“ Karena perda ini belum diterapkan  secara optimal, kita minta perda Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum dalam Pencegahan dan Pengendalian Wabah Penyakit Menular dan Bencana. Yang baru-baru kita sahkan , itu harus diterapkan bersama-sama TNI/Polri karena  kita melihat TNI/Polri sudah melakukan upaya juga  tapi masyarakat  yang belum mau memahami hal itu,” kata Anita ketika ditemui di gedung DPRD Sumsel, Senin (12/7).

Baca:  Stok Oksigen di Palembang Cukup

Mengenai kebijakan ganjil genap di Palembang menurutnya jangan dilihat  soal kemacetan namun untuk mengurangi aktivitas masyarakat terutama pada malam hari.

“ Ini yang kita harapkan peran masyarakat dituntut bersama-sama dengan pemerintah agar Covid bisa menurun, perekonomian bisa meningkat,” kata mantan Ketua Komisi IV DPRD Sumsel ini.

Dalam perda tersebut menurut politisi Partai Golkar ini juga menyebut sangsi denda dan sebagainya.

Baca:  Komisi IV DPRD Sumsel Sorot Jalan Rusak di Kota Palembang

“ Kalau kita bicara kalau PPKM hanya Palembang , Lahat, Muaraenim, Lubuk Linggau tetapi dampak dari perbatasan ini juga harus di jaga, OPI Mall tempatnya memang di Banyuasin secara geografis tetapi masyarakatnya masyarakat Palembang, sehingga kita harus menyadari ini tanggungjawab pemilik Mall, pemerintah ingin ekonomi segera naik, tetapi ini juga harus dibarengin dengan kesadaran masyarakat,” kata politisi Partai Golkar ini.

Anita juga mendorong Pemprov Sumsel memberikan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak dari Pandemi Covid-19 yang membutuhkan dimana  datanya ada di Dinas Sosial Sumsel termasuk jumlah oksigen di Sumsel.

Baca:  Sisa Utang Provinsi ke Kabupaten/Kota Tinggal Rp1,2 Triliun

“ Artinya saya juga akan mengecek keberadaan oksigen-oksigen di kabupaten bagaimana kesiapannya karena ternyata oksigen sangat dibutuhkan,” katanya.

Anita juga mengajak pengusaha swasta ikut membantu masyarakat untuk mendapatkan vaksin Covid-19 karena keterbatasan vaksin yang disediakan pemerintah belum memcukupi sehingga bagaimana peran perusahaan agar Sumsel segera terbebas dari Pandemi Covid-19.#osk