SMB IV: “Narasi-narasi Sejarah di Objek Wisata Palembang Masih Kurang”

32

Suasana Tourism Webinar Palembang Darussalam Heritage dengan tema History and Heritage Of Palembang Darussalam, Sabtu (10/7). (BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP- Narasi-narasi sejarah  di kota Palembang terutama di objek wisata dan sejarah berkaitan peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam dinilai masih kurang.

“ Seperti Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo  itu peninggalan dari Kesultanan Palembang Darussalam narasinya juga kurang, khan bisa dijelaskan sejarahnya seperti marmer Masjid Agung dari mana, jadi ini bisa menjadi daya tarik para wisatawan ke Palembang, “  Sultan Palembang,  Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn saat menjadi pemateri Tourism Webinar Palembang Darussalam Heritage dengan tema History and Heritage Of Palembang Darussalam, Sabtu (10/7).

Karena itu menurutnya masyarakat termasuk para pelaku  wisata di Palembang termasuk  Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumsel harus bisa membuat  narasi-narasi sejarah di tempat objek-objek wisata sejarah yang ada di kota Palembang.

Baca:  Pipa Transmisi Air Milik Pemerintah Kolonial Belanda, Jadi Tugu PDAM Tirta Musi

Dan menurutnya banyak narasi-narasi yang perlu dikembangkan di kota Palembang.

“ Kita dari Kesultanan Palembang Darussalam  siap berkoordinasi dengan semua pihak dari kita ada budayawan, sejarawan yang bisa membantu, kita siap untuk bersinergi,” katanya.

Selain itu menurut SMB IV di kota Palembang tidak terdapat tempat-tempat spot selfy bagi para wisatawan yang akan datang di kota Palembang.

“ Sehingga kasihan ketika Asita bawa tamu tempat spot selfynya enggak ada,” katanya.

Maka menurutnya kedepan  baik narasi sejarah dan spot selfy ditempat wisata di kota Palembang harus mulai di benahi dan harus menjadi kerja bersama-sama terutama kalangan mahasiswa pariwisata yang ada di Sumsel.

Baca:  Palembang Kaya dengan Makam-makam Bersejarah, Namun Banyak Tak Dirawat

Sekretaris DPD Asita Sumatera Selatan (Sumsel) Ari Afrizal mendukung pendapat SMB IV , menurutnya banyak destinasi wisata Kesultanan Palembang Darussalam di Palembang yang bisa diunggulkan .

“ Karena  segmen kita ke Asia , banyak wisatawan dari Malasyia, Singapura  suka melihat sejarah di Palembang, “ katanya.

Karena itu Ari mengajak kalangan mahasiswa pariwisata untuk bisa mempelajari  biro perjalanan terutama sejarah yang ada di kota Palembang, apalagi pengembangan biro perjalanan kedepan lebih banyak ke online.

“ Sebaiknya pengetahuan kita di kombinasikan antara digital dan dengan apa yang kita ketahui, dibuat cerita-cerita sejarah di masukkan dalam  blog, Medsos, FB, IG terhadap objek destinasi wisata sejarah tersebut di Palembang,” katanya.

Baca:  Ziarah Perdana Komunitas Pecinta Ziarah Palembang Kunjungi 15 Makam Bersejarah Di Palembang

Sedanagkan Agus Sari Yadin, Owner Rumah Batik 17 Palembang mengatakan, biasanya orang mengenal tanjak terbuat dari kain songket. Padahal sebenarnya tanjak dapat dibentuk dari kain dasar batik, dengan kreatifitas beragam motif ciri khas Palembang.

“Iya kita selama ini kenal kalau tanjak itu dari kain songket, tapi kita ingin mengenalkan bahwa tanjak dengan motif batik juga sangat menarik,” katanya.

Agus menjelaskan tanjak yang terbuat dari Batik Palembang ini memiliki motif dengan ciri khas, diantaranya terdapat motif bintang, kembang, titik tujuh dan sembilan.

Motif tersebut berbeda dengan batik khas jawa, dimana motif khas Palembang berdasarkan sejarah Sungai Batang Hari Sembilan dan lambang kota Palembang.#osk