Presiden Jokowi Ajak Mahasiswa dan Ibu PKK Jadi Relawan Covid-19

14

Palembang, BP – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengajak berbagai komponen atau elemen masyarakat untuk bergabung bahu membahu dalam penanganan Covid-19.

Hal itu disampaikan Jokowi setelah meresmikan pengoperasian Asrama Haji Pondok Gede menjadi RS penanganan Covid-19 pada Jumat (09/07).

Jokowi mengajak para mahasiswa, pengurus Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), kader Posyandu dan para pemuda-pemudi lainnya untuk menjadi relawan penanganan Covid-19.

Selain itu, Jokowi juga menekankan pentingnya gotong royong oleh berbagai kelompok masyarakat dalam menangani pandemi Covid-19.

“Saya ingin mengajak kepada para mahasiswa, para pemuda- pemudi, Ibu-ibu PKK, kader-kader Posyandu untuk bersama-sama bahu membahu, bergotong royong menjadi sukarelawan, menjadi relawan dalam penanganan pandemi Covid-19 ini,” kata Jokowi .

Lebih lanjut, Jokowi juga mengatakan, sebagaimana dokter, para tenaga kesehatan, Aparatur Sipil Negara, dan jajaran TNI dan Polri telah bekerja keras dari pagi hingga malam sejak Maret 2020 lalu hingga saat ini, untuk menangani pandemi Covid-19.

Namun, Jokowi menuturkan dalam penanganan Covid-19 akan lebih baik jika terdapat tambahan relawan dari berbagai komponen masyarakat.

“Sehingga penanganan Covid-19 ini bisa kita tangani sebaik-baiknya,” tutur Jokowi.

Diketahui, Asrama Haji Pondok Gede akan resmi beroperasi menjadi Rumah Sakit (RS) Penanganan Covid-19 mulai Sabtu (10/07) hari ini.

“Saya tadi sudah cek ke dalam peralatan RS, kemudian pergantian AC, kemudian pembangunan lift untuk para pasien, saya lihat semuanya dalam keadaan 99 persen siap sehingga besok pagi RS wisma haji ini sudah bisa dioperasionalkan,” tutur Jokowi.

Sementara itu, seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet tercatat hingga saat ini, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia terus meningkat.

Lonjakan penyebaran Covid-19 di Indonesia diduga kuat karena telah masuknya varian delta Virus Corona, untuk menekan laju penularan Covid-19 ini, pemerintah telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang sudah berlangsung sejak 3-20 Juli mendatang di Pulau Jawa dan Bali.

Tentunya melalui kebijakan PPKM Darurat ini, pemerintah sangat mengharapkan kasus Covid-19 dapat melandai didukung dengan mengurangi mobilitas masyarakat.

Kemudian, pemerintah juga kembali memberikan bantuan sosial atau Bansos kepada jutaan masyarakat yang terdampak dari adanya kebijakan PPKM Darurat ini. #ric