PPKM Diperketat, Walikota Palembang Minta Masyarakat dan Pelaku Usaha Patuhi Prokes

13

Palembang, BP-Menindaklanjuti Instruksi Mendagri bahwa Kota Palembang masuk sebagai di daftar Kota yang terkena pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro, maka Kota Palembang sudah mulai melaksanakan (PPKM) Mikro pada 9-20 Juli.

Pelaksanaan itu ditandai dengan penijauan langsung persiapan pengetatan PPKM Mikro di sejumlah mall di Kota Palembang.

Peninjauan langsung tersebut yang dilakukan oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri, Wali Kota Palembang Harnojoyo dan Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra, Kamis (8/7) malam.

“Target kami dengan adanya pelaksanaan pengetatan PPKM Mikro ini, zona resiko Covid-19 Palembang turun dari merah menjadi kuning,” ujar Wali Kota Palembang Harnojoyo.

Harnojoyo mengatakan, dalam pelaksanaan Pengetatan PPKM Mikro ini, salah satu poin yang ditekankan yakni pusat perbelanjaan atau Mall, pusat perdagangan beroperasi sampai pukul 17:00 WIB dengan kapasitas pengunjung 25 persen.

“Jadi mohon pada kesempatan yang baik ini, kepada masyarakat Palembang dan pelaku usaha di Mall, kita bekerjasama mematuhi protokol dan peraturan yang ada,” jelas dia.

Sementara itu, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra mengatakan pnvengetatan PPKM Mikro ditunjukan epada 43 kota yang ada di Indonesia, untuk Sumatera Selatan sendiri ditunjukkan Kota Palembang dan Lubuk Linggau.

Lebih lanjut, Irvan menjelaskan kenapa Palembang ditunjuk PPKM karena sudah mendekati dan mengkhawatirkan kondisi covid 19 dari jumlah yang terkontaminasi dan jumlah yang meninggal, positif dan bor.

“Untuk itu mulai 6 Juli 2021 kemaren kita sudah mulai menegakkan PPKM Mikro, untuk malam hari kita konsentrasikan penutupan mall, pusat perbelanjaan, warung jajan, cafe, restoran dan lainnya,” jelas Irvan. #ric