Kisah Cinta Ali Bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahra, Paling Romantis Sepanjang Masa

16

Membahas kisah cinta tentu tidak akan ada habisnya, mulai dari kisah Romeo dan Juliet, kisah Cleopatra, kisah Galih dan Ratna, hingga yang terbaru Dilan dan Milea.

Ada satu kisah cinta paling romantis sepanjang masa penuh hikmah dan muatan positif terutama bagi kalangan milenial zaman now, yaitu kisah antara Ali bin Abi Thalib dengan putri kesayangan Rasulullah SAW, Fatimah Az Zahra.

Ada hikmah kebaikan-kebaikan di dalamnya yang bisa di ambil dari kisah mereka berdua, salah satunya mengajarkan bahwa cinta itu merupakan suatu hal yang suci dan harus dijaga.
Ali jatuh hati pada teman kecilnya yang juga merupakan putri kesayangan Rasulullah SAW.

Nama Siti Fatimah az-Zahra yang berarti “gadis yang lembut hatinya dan selalu berseri-seri” adalah anak dari pernikahan Rasulullah SAW dengan Khadijah binti Khuwalid. Sebagaimana arti namanya, Fatimah tumbuh menjadi perempuan yang lembut dari tutur kata hingga perbuatan.
Dalam suatu masa, Aisyah bahkan pernah mengatakan, “Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih mirip cara bicaranya seperti Rasulullah¬†seperti Fatimah”.

Sosok Fatimah sangat memesona karena ibadahnya, kesantunannya dan parasnya inilah yang membuat Ali menyukai dan mengagumi Fatimah.

Fatimah juga dikenal dengan sosok yang sangat taat kepada orangtuanya. Ketertarikan Ali pada Fatimah bermula ketika Fatimah dengan sigap dan penuh kasih sayang membasuh dan mengobati luka sang ayah karena usai berperang.
Dari situlah Ali menyimpan rasa untuk Fatimah dan bertekad akan menikahinya.
Namun Ali menyadari keadaannya yang tidak mempunyai apa-apa untuk melamar putri Rasulullah tersebut. Oleh karena itu, Ali berniat menabung agar bisa membeli mahar untuk wanita yang dicintainya.
Namun miris, belum terkumpul tabungan itu, Ali mendengar Fatimah akan dilamar oleh salah satu sahabat terbaik Rasulullah SAW yaitu Abu Bakar. Ali sangat mengetahui bahwa Abu Bakar mempunyai keimanan dan kemuliaan yang lebih baik darinya. Namun, kesedihan Ali tidak berlangsung lama setelah mendengar lamaran tersebut ditolak.
Belum lepas kebahagiaan Ali setelah mendengar lamaran Abu Bakar ditolak, kembali muncul sosok laki-laki luar biasa yang hendak melamar Fatimah. Sahabat kedua Rasulullah SAW yang sangat setia dan dikagumi oleh penduduk lainnya karena keteguhan dan keimanannya dalam memperjuangkan Islam. Dialah Umar bin Khattab, sosok lelaki yang diberi gelar Al Faruq yakni pemisah antara kebenaran dan kebathilan.

Kembali Ali harus menyadari bahwa ia tidak sebanding dengan Umar yang dinilai sangat layak menikahi Fatimah. Ali kembali ikhlas jika memang Fatimah bukan jodohnya. Namun, lagi-lagi kesedihannya tak berlangsung lama setelah mendapat kabar bahwa lamaran Umar juga ditolak.
Ali bingung setelah dua laki-laki hebat yang melamar Fatimah itu ditolak.

Akhirnya ia memberanikan diri menemui Rasulullah untuk melamar Fatimah. Rasulullah bertanya mahar apa yang akan diberikan untuk putrinya tersebut. Ali tidak mempunyai apa-apa selain baju besi, pedang dan unta.

Pedang dan unta masih dibutuhkan oleh Ali untuk berdakwah. Oleh karena itu, Rasulullah meminta Ali untuk menjadikan baju besinya sebagai mahar. Dan akhirnya Ali menikahi Fatimah dengan menggadaikan baju besinya.
Rasa syukur tak henti diucapkan oleh Ali karena akhirnya ia menikah dengan wanita yang selama ini dicintainya dengan tulus. Setelah keduanya menikah, Fatimah memberitahu bahwa ia pernah mencintai seseorang sebelum menikah yang hanya ia dan Allah yang mengetahuinya, dan laki-laki itu adalah Ali bin Abi Thalib.

Seorang pemuda yang mampu membuat detak jantung Fatimah berdetak semakin cepat setiap kali ia berada di dekatnya atau bertatap muka dengannya. Ia adalah pemuda sederhana namun sangat mulia dan istimewa di hadapan Allah, Rasulullah juga semua umat muslim. Dialah Ali bin Abi Thalib, suami yang sangat dicintainya.

Itulah kisah cinta romantis Ali dan Fatimah yang merupakan kisah terbaik sepanjang masa. Semoga kita bisa mengambil hikmah kisah inspiratif dari perjuangan mereka. Percayalah bahwa jodoh itu kehendak Tuhan yang tidak akan tertukar. #rid