Setiap Pengguna Medsos Punya Prinsip Kebebasan Bertanggungjawab

23

Suasana Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Sesi ke-18 Wilayah Sumatera 1 Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (7/7).(BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP- Populasi penduduk Indonesia awal 2021 sudah mencapai 202,6 juta jiwa. Meningkat 15,5 persen atau 27 juta jiwa dibandingkan Januari 2020 lalu. Dari jumlah tersebut, saat ini sekurangnya ada 170 juta jiwa pengguna aktif media sosial (medsos). Rata-rata 3 jam 14 menit dalam sehari mereka berada di platform jejaring sosial.

“Setiap pengguna medsos, terutama saat menyampaikan berbicara, berkomentar, menyampaikan opini, punya prinsip kebebasan yang bertanggung jawab di dalam ruang publik. Pikirkan dampak atas semua yang kita sampaikan. Pahami isu atau persoalan yang akan kita sampaikan berdasarkan fakta,” kata Prof Isnawijayani MSi PhD dalam makalahnya berjudul “Cara Menyuarakan Opini di Media Digital” di hadapan peserta Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Sesi ke-18 Wilayah Sumatera 1 Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (7/7).

Baca:  Kunci Sukses Pembelajaran Daring

Direktur Pascasarjana Universitas Bina Darma Palembang ini menjelaskan, era digitalisasi saat ini merupakan proses alih media dari analog menjadi digital. Komunikasi digital digunakan untuk mempermudah pencarian informasi tentang objek apapun yang menunjang kesuksesan.

Dalam webinar yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) ini juga menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten sesuai tema “Kebebasan Berekspresi di Era Digital”. Ketiganya masing-masing Reni Haerani SKom MKom (Dosen dan Praktisi Digital), Muhaimin SIP MA (Master G-Coach) dan Bung FK (Inisiator RepubliK RuCI). Webinar dipandu moderator Reni Risty dan mengundang seorang Beauty-Preneur Yona Marisa sebagai Key Opinion Leader (KOY).

Narasumber keempat Bung FK menyampaikan materi ringkas dan padat yang berjudul “Milenial Era Disrupsi Digital”. Menurut  penggiat literasi yang punya nama lengkap Fatkurahman ini, disrupsi merupakan era di mana terjadinya inovasi dan perubahan besar-besaran secara fundemental, mengubah sistem tatanan dan landscape yang ada ke cara-cara baru.

Baca:  Pengguna Medsos Dihimbau Bangun Demokrasi dengan Cerdas

Senada dengan pemaparan narasumber-narasumber sebelumnya, Bung FK menyarankan kepada pengguna medsos agar sepanjang berliterasi di era digital mampu menyampaikan hal-hal yang positif menginspirasi.

“Hindari hal-hal yang bersinggungan dengan unsur SARA (Suku Agama, Ras dan Antargolongan), bukan berupa fitnah dan ujaran kebencian, sampaikanlah opini yang bersifat fakta dan membangun,” katanya.

Webinar ini sendiri dimulai pukul 09.00 dibuka oleh moderator Resi Risty. Kemudian menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI.

Sementara itu, setelah disapa di awal webinar sebelum keempat narasumber memaparkan materinya, moderator Reni Risty kembali membincangi Beauty-Preneur Yona Marisa di penghujung acara. Yona mengaku dirinya selalu memegang prinsip “Please think before posting, saring sebelum sharing”.

Baca:  InI Tips dan Trik Jadi Youtuber Positif dan Produktif

Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel menyebutkan, webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti 261 orang peserta dari kalangan mahasiswa dan organisasi. Selanjutnya untuk webinar kesembilan belas bakal diselenggarakan Jumat, 9 Juli 2021 dengan tema “Literasi Digital dalam Menangkal Terorisme, Radikalisme, dan Separatisme” yang tentunya bakal kembali menghadirkan empat narasumber berkompeten antara lain Komandan Distrik Militer (Dandim) 0418 Palembang Kolonel Inf Heny Setyono dan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Selatan (Sumsel) Dr Periansyah.#osk