Ultimate magazine theme for WordPress.

MUI Ingatkan Fatwa Haramnya Memborong Oksigen Yang Membuat Kelangkaan

Palembang, BP-Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh mengajak masyarakat, khususnya umat Islam untuk terus bahu-membahu mendukung dan membantu korban Covid-19 agar dapat memperoleh layanan kesehatan.

Asrorun Niam meminta agar masyarakat memastikan ketersediaan oksigen, obat-obataan, dan vitamin. Di antaranya dengan jalan sedekah oksigen, obat-obatan, vitamin, sembako dan kebutuhan lain yang mendesak.

Selain itu, Asrorun juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menimbun barang-barang pokok tersebut, termasuk tabung oksigen.

Asrorun kemudian menjelaskan isi Fatwa MUI 14/2020 yang berbunyi tindakan yang menimbulkan kepanikan dan/atau menyebabkan kerugian publik, seperti memborong dan menimbun bahan kebutuhan pokok dan menimbun masker hukumnya haram.

Asrorun mengatakan fatwa tersebut juga berlaku bagi mereka yang memborong obat-obatan, vitamin, oksigen, yang menyebabkan kelangkaan.

Apalagi kelangkaan tersebut membuat orang yang membutuhkannya secara terdesak, tidak dapat memperolehnya.

“Penimbunan kebutuhan pokok tersebut tidak diperkenankan sekalipun untuk tujuan jaga-jaga dan persediaan, sementara ada orang lain yang membutuhkan secara sangat mendesak. Aparat perlu ambil langkah darurat mengendalikan situasi, menjamin ketersediaan, mencegah penimbunan, dan menindak oknum yang mengambil keuntungan dalam kondisi susah,” tegas Asrorun, seperti dikutip dari rmol.id, Minggu (04/07).

MUI meminta pemerintah memastikan ketercukupan dan ketersediaan oksigen, obat-obatan, vitamin, serta kebutuhan pokok masyarakat secara merata.

Termasuk melakukan penindakan hukum orang/korporasi yang memanfaatkan situasi pandemi untuk mencari keuntungan ekonomi dengan menahan dan mempermainkan harga sehingga menyebabkan kelangkaan serta harga membumbung tinggi.

“Demikian juga mencegah tindakan sebagian orang yang menimbun oksigen, obat-obatan, vitamin, dan kebutuhan pokok yang menyebabkan sulitnya akses bagi orang-orang yang membutuhkan secara mendesak,” pungkasnya.

Diketahui, setelah pemerintah menetapkan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada Sabtu (03/07), banyak masyarakat panik dan kemudian memborong berbagai kebutuhan, seperti obat dan oksigen.

Sehingga membuat sejumlah pasien Covid-19 dan orang yang sakit lainnya tidak kebagian untuk mendapatkan obat dan oksigen hingga berujung pada kematian. #ric

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...