Ultimate magazine theme for WordPress.

KOPZIPS Temukan Jejak Makam Pangeran Madi Alit?

Batu-batu kuno diduga bekas makam Pangan Madi Alit, Senin (5/7).

Palembang, BP- Senin (5/7)  salah seorang anggota senior Komunitas Pecinta Ziarah Palembang Darussalam dan Sumatera Selatan (KOPZIPS)  yaitu Cek Baim, melakukan ziarah ke makam salah seorang Raja dari Kerajaan Palembang yaitu Pangeran Madi Alit yang terletak di tanah tinggi samping RS RK Charitas.

Makam ini sangat sulit diziarahi lantaran tanah makam yang masih bersengketa dan belum menunjukkan tanda-tanda berakhir persengketaan tersebut.

KOPZIPS tidak diizinkan untuk berziarah masuk ke pusara Makam secara langsung karena dalam penjagaan keamanan yang ketat, namun KOPZIPS hanya membaca doa dan salam ziarah dari luar pagar pembatas.

Di pemakaman ini dimakamkan Pangeran Madi Alit beserta Ratunya dan Habaib penasehat Raja, beserta seluruh keluarga dan pengikut beliau.

Makam ini sangat memprihatinkan, selain sulit untuk diziarahi juga sengketa tanah yang tak kunjung usai, padahal beliau adalah tokoh besar pemimpin pada masanya dan tak hanya itu beliau juga Raja yang alim dan Sholeh bahkan mungkin mencapai derajat wali karena raja dan sultan di palembang pada masanya adalah raja dan sultan yang dekat dengan Allah, swt.

“Semoga makam ini kelak akan segera ditetapkan sebagai situs benda cagar budaya, dan mudah untuk diziarahi atau mengambil berkahnya,” kata Kms. Muhammad Setiawan Harnawan. Ketua DPP KOPZIPS.

Walau tak punya kesempatan untuk berziarah secara langsung ke dalam komplek pemakaman, KOPZIPS menemukan susunan batu bata lama yang syarat akan nilai arkeologi, susunan batu bata lama tersebut persis seperti makam-makam Raja dan Sultan Palembang lainnya, membentuk persegi dan tinggi serta susunan anak tangga dan profil tangga lama ungkonan ini masih terlihat dengan jelas dan sudah hampir hilang dan rusak.

Benda artefak arkeologi ini kalau tidak segera diselamatkan akan hilang, dari benda arkeologi tersebut lah dapat dipastikan kalau ini adalah ungkonan makam Raja Palembang di tempat yang tinggi yang pada dahulunya disebut dengan ungkonan Candi Laras atau ungkonan Bukit Mayang.

Semoga pemerintah segera merevitalisasi situs makam ini dan menetapkannya sebagai situs benda cagar budaya, agar dapat disaksikan oleh anak cucu kita kelak sebagai bukti nyata eksistensi peninggalan kerajaan Islam Palembang Pra Kesultanan Palembang Darussalam. Khususon Pangeran Madi Alit wa ahlihi Alfatihah…….#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...