Ultimate magazine theme for WordPress.

Kebijakan Ganjil Genap Jangan Sampai Buat Kerumunan Lain

Palembang, BP–Kebijakan ganjil genap yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi Suamtera Selatan (Sumsel) masih mendapatkan banyak catatan dan kritikan dari berbagai pihak.

Pasalnya, kebijakan ganjil genap yang sudah mulai diberlakukan per 1 Juli 2921 ini dianggap belum tentu efektif dalam mengurangi angka penyebaran covid-19 di Sumsel.

Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumsel Muhammad Toha, S.Ag menilai kegiatan ganjil genap yang diberlakukan di Sumsel merupakan usaha untuk mengurangi penyebaran Covid-19 yang makin hari sekarang makin naik.

Baca:  Jangan Sampai Kebijakan Ganjil Genap di Sumsel Menimbulkan Masalah Baru

“Sepanjang disosialisasikan dengan baik saya sependapat,” tuturnya.

Namun, Toha memberikan beberapa catatan yang harus diperhatikan Pemprov Sumsel agar kebijakan ganjil genap ini berjalan efektif.

“Pertama, sosialiasi yang gencar bukan hanya di daerah zona merah, tapi dari berbagai asal arus yang menuju daerah zona merah tersebut,” ujarnya.

Toha menjelaskan langkah itu harus dilakukan agar kebijakan ganjil genap tidak menimbulkan kemacetan yang justru menimbulkan kerumunan yang malah potensial terjadinya penyebaran Covid-19.

Baca:  DPRD Sumsel Nilai Kebijakan Ganjil Genap Tidak Populis

“Bukankah jika terjadi kemacetan, misal pengendara motor macet berjejal, sebab itu juga namanya kerumunan,” sambungnya.

Selain itu, yang kedua Toha meminta agar pemerintah provinsi dapat lebih memperketat pengawasan di kendaraan umum.

“Sebab andai orang tidak naik mobil pribadi karena faktor ganjil genap lalu mereka pergi bekerja atau kepasar naik kendaraan umum, yang diperkirakan jumlah penumpangnnya semakin padat, dan disana prokesnya longgar maka itu ibaratnya gali lobang tutup lobang,” pungkasnya. #ric

Baca:  Mulai Hari Ini Sumsel Berlakukan Ganjil Genap
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...