Ultimate magazine theme for WordPress.

Ini Pengakuan Ibu Balita yang Tewas di Aniaya Ayah Tirinya

SA (28) ibu dari balita DF, balita yang diduga dianiaya oleh ayah tirinya ini mengatakan suaminya JI (29) yang masih buron, berubah sejak dirinya melahirkan anak perempuan mereka.(BP/IST)

Palembang, BP- SA (28) ibu dari balita DF, balita yang diduga dianiaya oleh ayah tirinya ini mengatakan suaminya JI (29) yang masih buron, berubah sejak dirinya melahirkan anak perempuan mereka.

“Saya dan JI sudah menikah 4 bulan, dari awal kenal, JI ini orangnya baik dan tidak pernah marah-marah tapi semenjak saya melahirkan anak kami berdua. Dia berubah jadi kasar,” kata SA, Senin (5/7).

SA mengatakan, dia dan JI menikah dibawah tangan dan selama 4 bulan menikah, JI yang merupakan seorang duda ini berubah drastis jadi sering marah marah dan melampiaskan kepada korban.

SA mengatakan anak balita adalah anak dari suami keduanya. “Saya ini sudah menikah sebanyak tiga kali, dan DF ini anak saya dari suami kedua. Ikut saya sedangkan anak saya yang lain ikut neneknya,” katanya.

“Awal JI ini sering marah marah itu sebelum lebaran. Namun pernah suatu hari alm anak saya DF duduk di kursi terus diangkat oleh JI karena saya takut DF dibanting jadinya saya tarik lengan DF sampai saling tarik menarik dengan JI,”  katanya.

Setelah tarik menarik, SA akhirnya bisa meraih DF dan membawa alm anaknya ini masuk ke dalam rumah namun JI menarik bahu SA sampai terjatuh dan JI menginjak  DF.

“JI ini bukan malah khawatir dengan anak sambungnya (balita DF) tapi justru marah dan bilang biarlah kaki DF itu patah, meseng (BAB) disitulah, kencing disitulah daripada bejalan masih nyusahin orang,” katanya.

Penganiayan tak sampai disitu saja, pada waktu yang bersamaan saat JI sedang naik pitam meninjak kaki balita DF, JI juga melempar balita DF dengan baskom berukuran sedang.#osk

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...