Ultimate magazine theme for WordPress.

Ajak Generasi Milenial Bermedsos Secara Sehat dengan Filter Pancasila

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Sumatera 1 (Palembang, Sumatera Selatan/Sumsel) dengan tema “Menjadi Milenial Berjiwa Pancasila di Media Sosial”, Sabtu (3/7)(BP/IST)

Palembang, BP-Saat ini, aktivitas media sosial (medsos) tidak dapat dipisahkan lagi dari generasi milenial untuk menyaring dampak negatif medsos. dasar negara , Pancasila dapat menjadi petunjuk dalam bermedsos.

Demikian disampaikan Muchammad Yustian Yusa SS Msi, narasumber keempat dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Sumatera 1 (Palembang, Sumatera Selatan/Sumsel) dengan tema “Menjadi Milenial Berjiwa Pancasila di Media Sosial”, Sabtu (3/7)

Menurut dosen Hubungan Internasional di Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang dalam webinar yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) tersebut kebagian subtema “digital culture”, Pancasila memiliki nilai-nilai di ruang digital yang masing-masing berdasarkan kelima sila di dalamnya. Dia merinci, sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa) nilai utamanya adalah cinta kasih, saling menghormati perbedaan kepercayaan di ruang digital.

Sila kedua (Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab) nilai utamanya adalah kesetaraan, memperlakukan orang lain dengan adil dan manusiawi di ruang digital. Lalu nilai utama sila ketiga (Persatuan Indonesia) adalah harmoni, mengutamakan kepentingan Indonesia di atas kepentingan pribadi atau golongan di ruang digital.

Baca:  Medsos Tingkatkan Peran Serta Masyarakat Dalam Berdemokrasi

“Nilai utama sila keempat (Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan)  yakni demokratis, memberi kesempatan setiap orang untuk bebas berekspresi dan berpendapat di ruang digital. Terakhir, nilai utama sila kelima (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia) antara lain gotong royong, bersama-sama membangun ruang digital yang aman dan etis bagi setiap pengguna,” tukas Yustian.

Pemaparan Yustian ini sendiri senada dengan penjelasan yang disampaikan ketiga narasumber sebelumnya. Seperti narasumber ketiga Bambang Irawan SH yang mengulas subtema “digital ethics”. Menurut Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera bagian selatan (Sumbagsel) ini, Pancasila tidak perlu lagi diajarkan secara formal dengan tampilan kaku, tetapi yang terpenting ialah hakikatnya tetap terpelihara dan diamalkan.

Baca:  Generasi Alpha, Generasi Paling Akrab Dengan Internet Sepanjang Masa

Dalam melaksanakan langkah-langkah itu sambung Bambang, diperlukan sinergisme lintas kelembagaan, untuk bersama-sama mengaktualisasikan Pancasila melalui sistem dan dinamika kekinian. Kampus memegang peranan penting dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi milenial sehingga tidak ada indikasi perkembangan paham lain.

Masih kata Bambang, Generasi milenial harus berada di depan, memegang obor untuk mencegah paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila agar tidak masuk ke dalam kampus sehingga masa depan pendidikan dan nasib generasi penerus bangsa ke depan tidak berada di jalan yang salah.

“Arah perjalanan bangsa ini berada di tangan generasi milenial, generasi muda yang saat ini tengah membaca tulisan ini, yang akan menerima tongkat estafet pembangunan. Mari jaga, rawat dan peliharalah nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam menghadapi dunia perkembangan digital maka saya mengajak kita semua untuk selalu kuatkan iman, perbanyak ilmu dan berupaya melakukan kebaikan dalam menghadapi perkembangan dunia digital,” katanya.

Baca:  Mewujudkan Misi IKM Yang  Berdaya Saing Tinggi di Era Digital

Webinar ini sendiri dimulai pukul 09.00 WIB dibuka oleh moderator Arifin Noor. Kemudian menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar ini dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI.

Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel menyebutkan, webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti 454 orang peserta dari kalangan aktifis organisasi. Selanjutnya untuk webinar ketujuhbelas bakal diselenggarakan Senin, 5 Juli 2021 dengan tema “Memahami Pinjaman Online yang Aman dan Legal” yang tentunya bakal kembali menghadirkan empat narasumber berkompeten antara lain Untung Nugraha selaku Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumbagsel.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...