Ultimate magazine theme for WordPress.

Jangan Sampai Kebijakan Ganjil Genap di Sumsel Menimbulkan Masalah Baru

Palembang, BP-Kebijakan ganjil genap yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menuai protes dari berbagai kalangan.

Pasalnya, kebijakan ini masih menimbulkan banyak pertanyaan di benak masyarakat karena dianggap tidak efektif dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19.

Pengamat Politik yang juga Akademisi UIN Raden Fatah Palembang Dr. Ahmad Syukri, S.Ip., M.Si mengatakan untuk mengukur efektif atau tidaknya kebijakan ganjil genap ini, tolak ukur kebijakan ini untuk membatasi penyebaran virus Covid-19 harus jelas.

Baca:  DPRD Sumsel Nilai Kebijakan Ganjil Genap Tidak Populis

“Jangan sampai salah sasaran, atau jadi kebijakan yang justru akan menimbulkan masalah baru,” ungkapnya.

Ahmad Syukri menuturkan belajar dari kebijakan yang sama diberlakukan di daerah lain, kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari usaha untuk membatasi penyerbarluasan virus Covid-19 di Sumsel yang saat ini masih banyak daerahnya yang beradi di Zona merah.

“Namun, belum bisa dikatan kebijakan ini untuk mencegah penyerbarluasan virus Covid-19. Karena untuk melakukan pencegahan memerlukan kerjasama semua pihak, dari berbagai unsur masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.

Baca:  Kebijakan Ganjil Genap Jangan Sampai Buat Kerumunan Lain

Selain itu, Ahmad Syukri mengungkapan hal yang perlu diperhatikan pemerintah apabila kebijakan ganjil genap ini akan tetap dilaksanakan.

“Pertama, akan ada sekelompok masyarakat pengguna angkutan pribadi beralih ke transportasi umum, yang justru dikhawatirkan menimbulkan kerumunan baru,” tuturnya.

Ahmad Syukri menambahkan hal tersebut bisa diantisipasi dengan menambah kuantitas transportasi umum, menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan mengatur jarak sosial pengguna transportasi umum.

Baca:  Forum Suara Mahasiswa Sumatera Selatan Gelar Aksi Tolak Kebijakan Ganjil Genap

“Kedua, sinergitas unsur pemerintah kota, provinsi, kepolisian, dan TNI serta dibantu unsur masyarakat sangat diperlukan dalam pelaksanaan kebijakan ini,” pungkasnya.

Sekadar informasi, kebijakan ganjil genap ini sendiri sudah mulai diberlakukan per 1 Juli 2021 lalu.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri, mengatakan penerapan ganjil genap akan sosialisasi terlebih dahulu selama satu minggu sebelum pemberlakuan sanksinya. #ric

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...