Arifin Kalender: Pemerintah Daerah Segera Gunakakan Ivermectin Untuk Obat Covid  Tak Perlu Tunggu Uji Klinis BPOM

48

Arifin Kalender (BP/IST)

Palembang, BP- Terkait pemblokiran pabrik Ivermecti  oleh BPOM RI ini disayangkan sejumlah pihak. Selama ini  ivermectin dipakai sebagai obat Covid-19 cukup ramai diperbincangkan. Beragam kontroversi pun bermunculan terkait efektivitas obat ini untuk mengobati Covid-19. Sebenarnya, apa itu ivermectin dan benarkah obat ini dapat mengobati COVID-19?

Ivermectin sudah digunakan sejak lama sebagai obat untuk membasmi infeksi cacing parasit pada tubuh manusia dan hewan. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi infeksi kutu dan tungau, misalnya pada penyakit kudis.

 

Menurut Ketua Masyarakat Miskin Kota  (MMK) Arifin Kalender meminta Pemerintah dan DPR RI mengamankan obat vermectin ini yang saat ini lagi booming dan digunakan oleh India masa Covid-19.

“ Dengan obat cacing ini India sudaha dibawa angka 10 ribu perhari , kenapa Indonesia tidak di pakai, kita lihat  sudah ada pabrik obat ini PT Hersen Laboratoris yang di grebek BPOM RI, obat ini sudah ada di apotik tapi harus dibeli dengan  resep dokter karena obat ini banyak yang tahu BPOM seperti ingin memonopoli dan mencegah jangan sampai obat ini  banyak beredar di Indonesia , kenapa di halang-halangi , nah ini tugas  pemerintah saat ini DPR dan Pemerintah untuk mengamankan obat ini biar Indoensia segera puluh pandemi Covid-19,” katanya, Sabtu (3/7).

Karena obat ini adalah obat Covid-19 menurutnya kenapa menggunakan vaksin,  dan bagaimana sekarang pemerintah  menjadikan obat Ivermectin sebagai obat penanganan Covid-19 di Indonesia,” katanya.

Selain itu menurutnya hal serupa juga terjadi kota Palembang obat Ivermectin tidak ada di pasaran.

“ Kita minta DPRD Sumsel, DPRD Palembang, Gubernur dan Walikota Palembang untuk  menstok obat ini, cari berapa puluh ribu stok, jadi silahkan  gunakan untuk yang kena Covid-19, ini bukan obat keras, tapi dibidang obat keras, ditakut-takuti lagi dan banyak yang bilang yang main, obat ini kita makan tiap hari tidak ada efek samping sama sekali karena 3 mili sampai 8 miligram, tidak ada efek samping,” katanya.

Sebelumnya Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengatakan, bahwa seharusnya masalah Ivermectin itu tidak perlu diributkan. Sebab, saat ini banyak obat yang dikonsumsi oleh penderita covid-19 bukan sepenuhnya khusus untuk obat Corona.

“Kenapa kita harus meributkan Ivermectin ini, toh selama ini obat yang dikonsumsi oleh para penderita covid itu bukan obat khusus corona,” ujar Andre.#osk