Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

DPRD Sumsel Nilai Kebijakan Ganjil Genap Tidak Populis

Mgs Syaiful Padli (BP/IST)

Palembang, BP- Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Polda Sumsel berencana menerapkan sistem lalu lintas ganjil-genap di Palembang. Hal itu dilakukan untuk menekan angka penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Namun DPRD Sumsel menilai kebijakan yang diambil tersebut tidak populis, karena terutama di kota Palembang  belum saatnya ditetapkan ganjil genap, apalagi disinyalir untuk menurunkan angka Covid-19 di Palembang.

“ Penurunan jumlah Covid ini tidak harus dilihat dengan pembatasan ganjil genap, kedua  kita harus melihat kearipan lokal di kota kita, tidak  serta merta kebijakan kota lain kita terapkan disini, ternyata belum pas, apalagi saat  ini kota Palembang khususnya tidak semacet di  ibu kota, , jadi kebijakan ganjil genap ini  saya lihat belum pas diterapkan  di kota Palembang ,” kata Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli, Jumat (2/7).

Politisi PKS ini menilai banyak cara untuk menurunkan angka Covid-19 di Sumsel terutama Palembang salah satunya dengan mempercepat proses vaksinasi yang hari ini baru 58 persen seluruh Sumsel.

Baca:  Pandemi Covid-19, RPJMD Sumsel Tahun 2019-2023 Diubah

“ Artinya disini dulu yang harus dikejar oleh  Pemprov Sumsel,” katanya.

Selain itu  pihaknya melihat untuk testing  Covid-19 masih terlalu sedikit, idealnya  satu orang terkena Covid-19 maka Dinkes Sumsell harus stresing  15 orang di sekitarnya .

“ Dan hari ini  kemampuan dikita  1 orang terpapar Covid-19 baru ditesting satu , dua orang disekitarnya  , artinya ini yang jadi prioritas bukan  kebijakan ganjil genap yang terjadi hari ini,” katanya.

Fraksi PKS DPRD Sumsel menurutnya akan menyampaikan hal ini  dalam rapat paripurna DPRD Sumsel , Senin depan.#osk

Baca:  DPRD Sumsel Apresiasi Pembangunan Sekolah dan Rehabilitasi Sekolah di Sumsel

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...