Bupati Banjarnegara Tuding Covid-19 Melonjak Karena Disengaja Rumah Sakit

39

Palembang, BP-Video Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menuding ada permainan klaim pihak rumah sakit dalam menangani pasien Corona atau COVID-19 menjadi sorotan.

Budhi mengaku adanya perbedaan hasil pemeriksaan PCR antara rumah sakit dengan laboratorium.

“Nggak tahu lho kalau ini dikondisikan, nggak ngerti kalau punya kepentingan dikondisikan. Karena sekarang lumayan sih, kalau karantina di rumah sakit kan lumayan klaimnya. Aku juga sudah mengerti,” ujar Budhi dalam video berdurasi 3 menit 8 detik itu.

Dalam video tersebut, Budhi juga mengaku jika pihaknya sudah bertemu dengan sales yang mencari orang sakit untuk dibawa ke rumah sakit.

Budhi menyebut orang tersebut akan mendapat honor dari tiap pasien yang akan dibawa ke rumah sakit.

“Kemarin saya sudah ketemu sama salesnya. Ada salesnya namanya Bejo, mencari orang sakit untuk dipondokin di rumah sakit. Kalau dipondokin dengan mobil sendiri Rp 200 ribu tapi kalau diambil pakai ambulans rumah sakit honornya Rp 100 ribu,” kata dia.

Saat dimintai konfirmasi perihal video tersebut, Budhi pun membenarkan jika dalam video ada dirinya. Video diambil sekitar 1 minggu yang lalu di rumah dinas Bupati.

“Iya video itu saya yang bicara,” kata Budhi saat ditemui di rumah dinasnya di Banjarnegara, Senin (28/6/2021).

Budhi menyebut rumah sakit di wilayahnya banyak yang berebut pasien Corona. Mengingat klaim perawatan pasien COVID-19 minimal Rp 6,25 juta hingga Rp 10 juta per hari.

Menurut Budhi dengan klaim ini, banyak rumah sakit yang akhirnya jemput bola mencari pasien COVID-19 yang akhirnya menambah ruangan karantina bagi pasien COVID-19.

Dengan adanya kejadian tersebut, Budhi berharap pemerintah pusat dapat turun langsung untuk melakukan screening.

Pasalnya, Budhi mengaku sudah menerima laporan adanya hasil tes PCR yang berbeda antara rumah sakit satu dengan salah satu laboratorium.

“Karena saya sendiri sudah banyak laporan, ada seseorang dia di tes swab di rumah sakit A positif, di laboratorium yang betul-betul profesional negatif. Jamnya sama, hanya selisih 10 menit, pada waktu melakukan swab, yang satu negatif yang satu positif. Kalau bisa pemerintah pusat menurunkan Litbang yang betul-betul independen,” harapnya. #ric