Satgas Covid-19: Pandemi di Indonesia Masuk Gelombang Kedua

10

Palembang, BP-Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengungkapkan jika saat ini pandemi Covid-19 di Indonesia telah memasuki gelombang kedua.

Hal ini didasarkan pada pelonjakan kasus Covid-19 di Indonesia yang tidak dapat dihindari lagi. Dalam beberapa hari ini, penambahan kasus Covid-19 bahkan mencapai 20 ribu lebih.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan jika saat ini usai libur Idul Fitri terjadi kenaikan kasus hingga 381 persen. Jumlah penambahan tersebut hampir lima kali lipat dari kasus terendah.

Pada periode saat ini, merupakan pertama kalinya kasus Covid-19 menyerang banyak anak-anak hingga berjumlah 200-an dari usia 0-12 tahun. Padahal, sebelumnya, Indonesia sempat mengalami penurunan kasus Covid-19.

“Padahal, Indonesia sempat mengalami penurunan kasus sejak puncak pertama yaitu selama 15 minggu dengan total penurunan hingga 244 persen,” ujar Wiku Adisasmito, dilansir dari PMJ News.

Wiku menambahkan pada awal tahun, saat terjadi lonjakan Covid-19, kasus penambahan mingguan mencapai 89.902, tetapi saat kasus mingguan saat ini memcapai 125.396 dan mencetak rekor tertinggi untuk positif harian.

“Hal ini menandakan second wave atau gelombang kedua kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wiku menuturkan pelonjakan kasus tersebut dikontribusikan oleh tiga provinsi di Pulau Jawa yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Jawa Timur juga menyusul berkontribusi dalam penambahan kasus tertinggi saat ini yang ditunjukkan dengan penuhnya bed occupancy rate (BOR) di beberapa rumah sakit.

Sementara Sulawesi Selatan yang sebelumnya turut menyumbangkan kasus terbanyak, kini digantikan oleh Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam mencegah penyebaran Covid-19, Wiku memintaagar masyarakat berperan serta untuk menekan pelonjakan kasus dengan menaati protokol kesehatan yang selama ini dikampanyekan.

“Masyarakat terutama di ketiga provinsi ini harus berkontribusi dalam menekan lonjakan kasus Covid-19. Upaya penanganan adalah upaya kolektif. Untuk itu, inisiatif masyarakat dalam menekan dan mengendalikan kasus menjadi sangat penting,” pungkasnya. #ric