Online Bisa Tingkatkan Penjualan Offline

28


Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Wilayah Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) dalam materi berjudul “Peran dan Fungsi Pasar”, Rabu (30/6).(BP/IST)

Palembang, BP- Hasil riset Nielsen menyebutkan 80 persen melakukan belanja offline setelah melihat katalog di website belanja online. Kemudian 58 persen di antaranya membeli di toko yang situs webnya paling sering mereka kunjungi.

“Nah, berdasar hasil riset di atas menunjukkan bahwa ternyata online bisa meningkatkan penjualan offline,” kata Dr Sri Rahayu SE MM, salah seorang narasumber Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Wilayah Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) dalam materi berjudul “Peran dan Fungsi Pasar”, Rabu (30/6).

Di hadapan peserta yang hadir secara virtual, Direktur Program Pasca Sarjana (PPS) Universitas Muhammadiyah Palembang ini menyampaikan, pasar menjadi tempat berlangsungnya proses jual beli. Pasar tradisional masih sangat penting karena budaya masyarakat yang belum bisa diubah diantaranya harus bertemu penjual secara langsung dan harus menawar harga sebagai bentuk kepuasan tersendiri.

Sri juga menyebutkan, menjalankan bisnis online membutuhkan modal yang jauh lebih murah dibanding bisnis offline. Dunia digital telah membuat bisnis jadi makin mudah dan murah. Tak harus punya ruko untuk jualan, tak perlu punya kelas-kelas untuk buka kursus. Siapapun bisa mulai berbisnis. Skalanya pun bisa diatur sesuai kondisi.

Selebihnya sambung Sri, online marketing sendiri mempunyai sejumlah keuntungan antara lain lebih mudah, menghemat biaya, banyak pilihan dalam pemasaran, lebih tepat sasaran, melihat hasil secara real time, dan bisa segera melakukan perubahan.

“Keuntungan lain termasuk penjualan terjadi dengan cepat, meningkatkan keuntungan, memudahkan pengelolaan dan dapat membantu riset pasar,” tukas Sri.

Baca:  Medsos Tingkatkan Peran Serta Masyarakat Dalam Berdemokrasi

Senada Sri, Merchant Community Engagement Manager Bukalapak Leyana Riesca Ariesta SSos dalam materi berjudul “Mengenal Jenis Usaha di Dunia Digital” mengemukakan, perilaku konsumen dalam berbelanja telah berubah ke arah belanja online apalagi pasca pandemi virus corona atau coronavirus disease 2019 (covid-19).

“Usaha di area digital dianggap lebih menguntungkan karena mendapatkan exposure ke lebih banyak calon pembeli di luar area kita. Poin yang harus diperhatikan dalam berjualan online adalah produk, siapa calon pembeli dan bagaimana cara memasarkannya,” katanya.

Sementara pemateri berikutnya yaitu Rudi Permana SKom, Founder Belajardigital.id mengulas materi berjudul “Keamanan Transaksi Online”. “Bentuk pembayaran pada transaksi online termasuk beragam di antaranya kartu kredit, digital payment seperti OVO, DANA dan lain-lain. Keamanannya juga beragam. Kita harus berhati-hati dalam melakukan transaksi online dengan cara menjaga kerahasiaan data pribadi seperti PIN dan OTP,” katanya.

Pemateri lainnya, Juana Ria SSos MM selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Palembang menyampaikan materi dengan tema “Peran dan Fungsi e-Market Dalam Mendukung Produk Lokal”. Menurut Juana, e-Market menjadi peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan dan mengembangkan bisnis.

“E-Market dapat dijadikan sarana bagi para pelaku UMKM untuk menembus pasar internasional, akses pemasaran akan semakin luas dan mudah, terlebih lagi dengan memanfaatkan platform digital. Dalam hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang berusaha menyediakan akses pelatihan teknologi bagi para pelaku UMKM dan membantu akses pendanaan untuk permodalan dan bantuan alat bagi pelaku UMKM,” katanya.

Baca:  Dunia Digital Buat Bisnis Jadi Mudah

Hanya saja kata Juana, kenyataan di lapangan masih banyak pengusaha atau pelaku UMKM yang menjumpai sejumlah kendala. Mulai dari kurangnya kompetensi yaitu penguasaan teknologi oleh para pelaku UMKM, dan kurangnya kemauan bagi para pelaku UMKM untuk mengoptimalkan penggunaan e-market ataupun e-commerce bagi kemajuan bisnis mereka.

“Termasuk kendala kurangnya keinginan untuk mengikuti perkembangan teknologi, kurang meratanya infrastruktur teknologi informasi di beberapa daerah, dan kurangnya pemahaman dan pengetahuan para pelaku UMKM,” katanya.

Di penghujung webinar, host dan moderator Astrid Anggraeni memilih empat peserta untuk menyampaikan pertanyaan langsung kepada keempat narasumber. Mulai dari Kasil Ferius yanga menanyakan bagaimana mengatasi masalah packaging dalam usaha e-commerce. Atas persoalan ini, Leyana Riesca Ariesta menyarankan untuk bisa dicoba-coba untuk jasa pengirimannya, atau cek dari kompetitor bagaimana mereka melakukan packaging.

Peserta kedua Elisabeth menanyakan bagaimana cara memberikan edukasi kepada masyarakat usia lanjut terkait keamanan transaksi online. “Bisa dibantu pihak-pihak penyuluh untuk membantu penyampaian informasinya,” saran Rudi Permana.

Selanjutnya Rika Meiliana menanyakan usaha apa yang paling diminati masyarakat saat ini. “Produk kesehatan dapat menjadi pilihan utama saat ini, selain itu kuliner juga dapat menjadi pilihan,” jawab Juana Ria.

Baca:  InI Tips dan Trik Jadi Youtuber Positif dan Produktif

Terakhir pertanyaan dari M Usman yang menyoal bagaimana menghadapi UMKM yang masih belum mengerti tentang online market. “Nantinya akan ada program pelatihan untuk UMKM yang dilakukan oleh universitas dan pemerintah,” ujar Sri Rahayu menanggapi.

Sementara di awal webinar yang mengambil tema “Peran dan Fungsi e-Market Dalam Mendukung Produk Lokal”, usai dibuka oleh moderator Astrid Anggraeni, dilanjutkan menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar. Kemudian dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI).

Berikutnya moderator menyapa key opinion leader (KOL) yaitu Andromeda Mercury, presenter TvOne dan konten kreator youtube. Menurut Andromeda, masyarakat yang memiliki usaha namun modal yang tidak banyak dapat memanfaatkan media pemasaran online untuk memasarkan produknya.

“Ragam produk juga mulai beragam yang telah dijual saat ini. Namun perlu diperhatikan terkait kualitas, agar tidak hanya bagus gambar namun kualitas juga bagus,” tutup dia.

Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel menyebutkan, webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemkot Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti 295 orang peserta dari kalangan pelaku UMKM. Selanjutnya untuk webinar kelimabelas bakal diselenggarakan Kamis, 1 Juli 2021 dengan tema “Kolaborasi Budaya Pesantren dengan Budaya Digital” yang bakal kembali menghadirkan empat narasumber berkompeten.#osk