Penjelasan Ketua Satgas Covid-19 IDI Terkait Penularan Covid-19 Varian Delta

8

Palembang, BP – Peringatan baru bagi masyarakat Indonesia untuk memperketat protokol kesehatan setelah munculnya Covid-19 varian Delta.

Peringatan tersebut langsung diberikan Ketua Satgas Covid-19 IDI Prof. Zubairi Djoerban yang menjelaskan tentang merebaknya varian Delta yang kini sudah ada di Indonesia.

Prof. Zubairi Djoerban mengatakan varian Delta menular lebih cepat jika dibandingkan dengan Covid-19 varian Alpha.

Peringatan tersebut disampaikan Prof. Zubairi melalui akun Twitter pribadinya @ProfesorZubairi pada Selasa (29/06).

Prof. Zubairi Djoerban mengatakan bahwa penularan varian Delta ini bisa mempengaruhi satu keluarga.

Kemudian, ia menyebut bahwa nyaris 100 persen seseorang yang terpapar Covid-19 varian Delta ini akan menularkan pada anggota keluarga lain.

Bahkan Prof. Zubairi Djoerban menuliskan cuitan ini dengan tulisan “Bewara” atau yang berarti pengumuman.

“BEWARA. Tingkat penularan varian Delta hampir 100 persen di antara anggota keluarga dalam satu rumah,” ujarnya.

“Artinya, satu orang terinfeksi, maka satu keluarga itu kemungkinan besar juga terinfeksi,” sambungnya.

Sebelumnya, Prof. Zubairi Djoerban menyebut bahwa Covid-19 varian Delta memiliki penyebaran yang lebih cepat dari varian alpha.

Ia mengungkapkan bahwa penularan varian Delta ini bisa berlangsung dalam hitungan detik, bukan hitungan menit seperti pada varian awal.

Prof. Zubairi Djoerban mengatakan bahwa hal ini merupakan hasil pengamatan ahli dari Australia dan pengamatan itu diambil dari penularan yang terjadi di sebuah supermarket.

Dari rekaman CCTV di tempat tersebut, tampak bahwa varian Delta Covid-19 ini bisa menular dalah waktu singkat. Oleh karena itu, Ketua Satgas Covid-19 IDI ini meminta agar masyarakat berhati-hati sekaligus meminta agar protokol kesehatan diperketat.

“Delta memang hanya membutuhkan hitungan detik untuk menginfeksi. Hati-hati semua,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Ia pun kembali memberi contoh kasus yang terjadi di Sidney, Australia, baru-baru ini serta menyebut bahwa kota tersebut harus dilockdown karena infeksi Covid-19 varian Delta tiba-tiba terjadi secara masif.

“Contoh kasus. Seminggu lalu Kota Sidney memiliki nol kasus Covid-19. Tapi, saat ini mereka memberlakukan lockdown selama dua minggu karena ada 80 kasus muncul–saat Delta merajalela,” tuturnya.

Selain itu, Prof. Zubairi kembali mengingatkan agar masyarakat Indonesia berhati-hati dan selalu menaati prokes yang ada.

“Sekali lagi, tetap pakai masker, taati prokes dan hati-hati. Terima kasih,” pungkasnya. #ric