Sikap Rektorat Universitas Indonesia (UI) Sungguh Memalukan

24

Palembang, BP – Sikap Rektorat Universitas Indonesia (UI) yang memanggil pengurus BEM UI sebagai buntut dari unggahan ‘Jokowi: The King of Lip Service’ tampaknya mendapat kecaman dari sejumlah alumni.

Para mahasiswa yang dipanggil tersebut dinilai bertanggung jawab terkait unggahan di akun media sosial resmi BEM UI yang mengkritik Presiden Jokowi.

Anggota DPR RI Fadli Zon yang juga merupakan alumni kampus beralmamater kuning tersebut menyebut sikap yang ditunjukkan rektorat cenderung membungkam kebebasan berekspresi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI.

Hal itu disampaikan Fadli Zon melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @fadlizon pada Minggu (27/06).

“Sebagai alumni UI, saya mengecam sikap Rektorat @univ_indonesia yang cenderung membungkam kebebasan berekspresi @BEMUI_Official,” ujarnya.

Menurut Fadli Zon, UI seharusnya masuk ke substansi dan argumentasi terkait kritikan yang disampaikan oleh BEM-nya.

“UI harusnya mengkaji dan mendalami apa yang disampaikan BEM UI secara akademik. Coba masuk ke substansi dan argumentasi,” sambungnya.

Dia pun menilai pemanggilan para mahasiswa pengurus BEM UI tersebut merupakan hal yang ‘memalukan’.

“Sungguh memalukan pakai ‘panggilan’ segala,” tegasnya.

Sebelumnya, Politikus Fahri Hamzah yang juga alumni UI juga turut menyinggung pemanggilan mahasiswa oleh rektorat melalui unggahan di akun media sosial pribadinya.

“Tahun 1994 aku dan teman-teman mahasiswa wartawan koran kampus #WartaUI menulis headline ‘Kritik Pembangunan Rektorat UI yang Megah’. Kami dipanggil dan koran kami dibredel di era Orba,” tuturnya.

Fahri Hamzah mengatakan orde baru (Orba) tumbang pada tahun 1998, tetapi mentalnya pindah ke Rektorat UI.

“Tahun 1998 Orba tumbang. Rupanya mental orba pindah ke Rektorat UI mengancam mahasiswa. Malu ah!,” ujarnya.

Fahri Hamzah mengingatkan bahwa semua kekuasaan yang bersifat absolut tersebut adalah hal yang berbahaya.

“Bahkan dalam lembaga agama pun berbahaya. Maka agama menyadari kelemahan mental manusia ini. Maka manusia dibatasi. Bahkan Nabi dibatasi. Jadi kelemahan Orba adalah absolutisme. Itu jangan ditiru apalagi dipuji. Jangan salah baca!,” jelasnya.

Selain itu, Fahri Hamzah berharap semoga tindakan yang dilakukan Rektorat UI tersebut tidak benar, karena kampus harus menjadi sumber kebebasan.

“Masa depan kita adalah kebebasan. Meski pandemi membelenggu fisik kita, tapi jiwa dan pikiran harus merdeka,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Fahri Hamzah menambahkan bahwa kampus adalah persemaian generasi kepemimpinan yang harus merasakan kebebasan.

“Kampus adalah persemaian generasi kepemimpinan yang harus terlepas dari pengangkangan!,” tukasnya. #ric