Polres OI Bongkar Sindikat Curat Spesialis Pembobol Labor Sekolah di Empat Provinsi

21


Jajaran Polres Ogan Ilir (OI)  berhasil membongkar  sindikat Pencurian Dengan Pemberatan (Curat)  spesialis pembobol laboratorium milik sekolah yang sedang daring, berlokasi di Empat Provinsi Yaitu Sumatera Selatan (Sumsel) , Lampung, Bandung dan Jakarta.(BP/IST)

Palembang, BP- Jajaran Polres Ogan Ilir (OI)  berhasil membongkar  sindikat Pencurian Dengan Pemberatan (Curat)  spesialis pembobol laboratorium milik sekolah yang sedang daring, berlokasi di Empat Provinsi Yaitu Sumatera Selatan (Sumsel) , Lampung, Bandung dan Jakarta.

Dari terungkapnya pencurian ini Polisi berhasil meringkus  lima tersangka dan ratusan barang elektronik milik sekolah dengan kerugian mencapai 3.2 Milyar Rupiah.

Setelah mendapat laporan di wilayah hukum Polres OI , bahwa telah terjadinya pencurian elektronik oleh para pelaku sindikat curat spesialis  bobol laboratorium milik sekolah di OI  yang sedang daring di masa pademi Covid-19 ini sehingga di manfaatkan oleh para pelaku untuk beraksi.

Kapolres OI AKBP Yusantiyo Sandy, SIK, MH langsung membuat tim gabungan yang terdiri dari Tim Macan Polres OI, Tim Batman Polsek Indralaya, Tim Rajawali Polsek Tanjung Raja yang langsung melakukan pengejaran.

Dari hasil pengejaran tim gabungan Polres OI yang di pimpin Kapolsek Indralaya  AKP Muhammad Alka, SIK, beserta Kapolsek Tanjung Raja Iptu Edi Santoso, SIK, dan Kanit Pidum Ipda Hari Putra Makmur beserta anggota gabungan berhasil mengamankan empat pelaku utama dan satu penadah dari hasil kejahatan diantaranya tiga diamankan di Sumsel dan dua diamankan di Jakarta dengan barang bukti empat ratus empat puluh empat elektronik jenis komputer dan pc dengan kerugian di taksir 3.2 miliyar.

Menurut Kasat Reskrim Polres OI, AKP Shisca Agustina menambahkan selain pelaku utama yang berhasil di tangkap, polisi juga mengamankan pelaku penadah barang curian, sedangkan barang curian hasil kejahatannya semua semua barang PC Komputer, Laptop di bawakke Jakarta di jual ke toko elektronik.

“Saat kita kita kembangkan kasusnya,” katanya.

Selanjutnya untuk aksi mereka ini bukan saja di lakukan di Sumsel namun hingga dilakukan di Pulau Jawa, terhitung di Sumsel sendiri ada enam belas  Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekolah di OI.

“Lalu ada enam TKP  serta ada juga di tiga Provinsi lainnya dengan total dua puluh lima TKP yang semuanya milik sekolah dalam kondisi sekolah ditinggal untuk belajar daring disaat Pandemi Covid-19,” kata Kapolsek Indralaya  AKP Muhammad Alka, SIK, Minggu (27/6).#osk