Ultimate magazine theme for WordPress.

Peluang Digitalisasi Pendidikan Berdampak Positip

Moderator berbincang perihal webinar dengan KOL Rana Rayendra. (BP/IST)

Palembang, BP-  Peluang digitalisasi pendidikan, khususnya pendidikan tinggi adalah akses layanan pendidikan menjadi semakin luas dan dapat dijangkau.

Peningkatan mutu pendidikan, relevansi pendidikan dengan pasar kerja dan daya saing bangsa. Serta, perubahan tata kelola pendidikan, akuntabilitas pengelolaan pendidikan.

Menurut Dr Nuril Furkan MPd, digitalisasi pendidikan sendiri mempunyai sejumlah dampak positif.

“Dampak tersebut antara lain timbulnya penghematan waktu, memperluas akses belajar, mendorong pembelajaran yang lebih efektif, cara dan gaya belajar yang berubah seperti buku sebagai sumber utama informasi berubah ke sistim yang berbasis komputer, aplikasi layanan yang beragam. Kemudian menyelenggarakan pendidikan terbuka, sharing resource bersama antar lembaga pendidikan, belajar tidak hanya di kampus serta layanan informasi semakin luas,” ungkap Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah II Sumatera Selatan (Sumsel), Lampung, Bengkulu dan Bangka Belitung, dalam paparan berjudul “Peluang dan Tantangan Digitalisasi Pendidikan di Perguruan Tinggi” yang disampaikan di hadapan peserta Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital Wilayah Palembang, Sumsel, Sabtu (26/6).

Hanya saja sambung Nuril terdapat beberapa hambatan digitalisasi pendidikan yang kerap ditemui di lapangan. Dia mencontohkan, rendahnya sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana yang masih minim, kurangnya dukungan stakeholder dan letak geografis wilayah. “Di sini perlu adanya pembenahan yang menyasar kepada komitmen, pelayanan, sarana dan prasarana, dosen dan tenaga pendidikan, mahasiswa, penguatan kerjasama dan tata kelola organisasi,” katanya.

Sebelum Nuril menyampaikan materinya, Webinar yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) ini juga menghadirkan tiga narasumber berkompeten secara berurutan masing-masing Donny Prayudi Nugroho MBA (Chief Of Academic Officer NUEFA Digital Campus), Bambang Sadono SH MH (Dosen Program Magister Ilmu Hukum) dan Dr Sunda Ariana MPd MM (Rektor Universitas Bina Darma/UBD Palembang) yang diwakili Dr Edi Surya Negara MKom (Wakil Rektor UBD bidang Riset,  Teknologi dan Inovasi).

Acara dimulai pukul 09.00  dibuka oleh moderator Ayu Irti Baitul Qolby. Setelah menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar ini usai, dilanjutkan dengan menayangkan video keynote speech yaitu Samuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI. Selang kemudian, sambutan dari Keynote Speech yaitu Drs Riza Pahlevi MM selaku Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel yang diwakili Dr Suparmin, Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Disdik Provinsi Sumsel.

“Hambatan kita saat ini yang paling berat adalah terkait merubah paradigma pembelajaran ke arah paradigma digital. Perlu kesabaran narasumber untuk memberikan pemahaman dan tuntunan terkait bagaimana pembelajaran digital yang baik. Ditunggu untuk sesi berikutnya yang tidak hanya terbatas pada sosialisasi namun beranjak pada pelatihan dan workshop. Pada dasarnya Disdik Provinsi Sumsel sangat mendukung kegiatan webinar literasi digital ini,” tuturnya.

Suparmin, moderator langsung menyapa key opinion leader (KOL) Rana Rayendra, Co-Founder dan CEO of Bicara Project. “Apapun yang kita lakukan di dunia digital, jika tidak diisi dengan nilai akademis yang bermuatan edukasi maka dampak yang dihasilkan oleh media digital tersebut juga menjadi sangat kurang,” ujar Rana.

Selanjutnya, dalam materi berjudul “Digital Skills For Educators”, pemateri pertama Donny Prayudi Nugroho menguraikan, perkembangan teknologi digital sangat pesat dengan ketersediaan infrastruktur jaringan internet semakin bagus. Banyak aspek kehidupan termasuk pendidikan yang terdisrupsi oleh perkembangan teknologi digital.

“Secara orientasi, adanya pergeseran orientasi masa depan siswa saat ini. Banyak profesi baru yang prospektif dan banyak profesi lama yang semakin hilang. Menjadi pengajar sebaiknya terbuka dengan perkembangan teknologi digital sehingga dapat membantu pengembangan profesionalisme,” tukasnya.

Senada pemateri kedua Bambang Sadono dalam paparan dengan judul “Dunia Akademik dalam Proses Transformasi Digital”. Menurut dia, teknologi digital bukan hanya potensial dan kaya namun menjadi keniscayaan yang harus dapat diikuti. Media digital tidak hanya digunakan untuk media pembelajaran namun beberapa lembaga pendidikan sudah menciptakan model evaluasi atau ujian melalui metode dalam jaringan (daring).

“Media digital saat ini telah memberi ruang bagi para pengajar untuk melakukan kolaborasi dengan narasumber langsung. Akademisi juga harus berhati-hati karena rekam jejak digital bisa menjadi rekam jejak digital positif dan negatif. Selain itu, rekam jejak digital akan terbawa sampai kapanpun,” tandasnya.

Pemateri terakhir Sunda Ariana, yang diwakili Edi Surya Negara menguraikan makalah singkat bertema “Generasi Emas Cakap Digital : Rekam Jejak Digital di Ranah Pendidikan“. Setiap generasi ulas Edi, memiliki pengetahuan dan perilaku yang berbeda dalam menghadapi dan menggunakan teknologi dan media digital khususnya terkait bidang pendidikan.

Untuk menciptakan generasi emas cakap digital dibutuhkan kerangka literasi digital yang menjadi bagian Kurikulum Pendidikan adalah : Digital Skills, Digital Culture, Digital Ethics dan Digital Safety. Selain itu, kebisaan baru dalam belajar untuk generasi emas yaitu online learning, collaborative learning dan interactive learning,” pungkasnya.

Mendekati penghujung webinar, moderator memilih empat dari sekian banyak peserta dan diberikan kesempatan bertanya langsung kepada keempat narasumber. Mulai dari Iluh Eka Yuliani yang bertanya sekaligus minta solusi kepada narasumber pertama Donny Prayudi Nugroho terkait permasalahan jangkauan internet.

“Sekarang sudah tersedia teknologi yang disebut sebagai Smart Router. Alat ini dapat digunakan untuk guru di wilayah yang susah dijangkau internet,” katanya.

Sementara tiga narasumber lainnya juga kebagian jatah waktu untuk menjawab pertanyaan peserta yang terpilih. Seorang peserta webinar, Andri Mardian bertanya sekaligus mohon saran kepada narasumber kedua Bambang Sadono mengenai bagaimana guru dapat menarik perhatian siswanya. Bambang menjelaskan, semua pihak yang berkepentingan harus kreatif menggunakan media pembelajaran digital.

Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel menyebutkan, webinar mengambil tema “Peran Dunia Akademik Dalam Proses Transformasi Digital” diikuti 472 orang peserta dari kalangan dosen. Selanjutnya untuk webinar keduabelas bakal diselenggarakan Senin, 28 Juni 2021 dengan tema “Menjadi Tenaga Pendidik Cerdas Digital” yang bakal kembali menghadirkan empat narasumber berkompeten antara lain Kepala Disdik Kota Palembang Ahmad Zulinto dan Guru Berprestasi Kota Palembang yang juga Guru SMP Negeri 30 Palembang Nurmali Nasriah.#osk

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...