Haedar Nashir: Kaum Konspirasi dan Anti Vaksin itu Merusak

25

Penanganan Covid-19

Haedar Nashir

Yogyakarta, BP – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir gerah oleh perilaku sejumlah tokoh publik yang terus mempromosikan keyakinan spekulatifnya bahwa pandemi Covid-19 adalah konspirasi dan kemudian menolak vaksin.

Padahal fakta jelas menunjukkan sudah 3,8 juta korban meninggal dunia karena Covid-19

Bahkan, katanya, ada yang mengutip-ngutip ilmu, agama, menggunakan ayat-ayat yang sejatinya juga tidak pas.

“Ada yang bilang ‘kenapa sih takut Covid, takut itu kepada Allah, inna shalati wa nusuki wa maa yahya lillahi rabbil alamin,’ menggunakan ayat tidak pas itu, tidak di situ tempatnya,” kata Haedar dalam siaran PP Muhammadiyah, Kamis (24/6/2021).

Perilaku mereka, menurut Haedar, tidak bertanggung jawab. Daripada terus mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan fasad (destruktif), lebih baik diam.

Kritik yang sama juga disampaikan Haedar kepada para pihak yang terus mempromosikan anti vaksin.

Haedar menyayangkan sikap mereka yang alih-alih berdialog dengan para epidemiolog, justru malah menuduh ribuan ahli vaksin di dunia dan tenaga kesehatan sedang bersekongkol melakukan kejahatan.

“Masa ada ratusan bahkan ribuan yang ahli vaksin itu bersekutu untuk kejahatan, itu kan ndak mungkin. Di mana sih rasa tanggung jawab?” ujarnya.

Kalau pandangan anti Covid dan anti vaksin terus dikembangkan, masyarakat lengah, kemudian mereka yang kerja di rumah sakit tambah berat bebannya.

“Dan itu kan tidak mustahil menciptakan disharmoni di kalangan masyarakat,” ujar Haedar.

Para dai, tokoh, dan pimpinan di lingkungan Persyarikatan pun dipesankan oleh Haedar untuk terus bersikap sesuai sikap Persyarikatan dalam menghadapi pandemi ini.

“Para mubaligh Muhammadiyah dan pimpinan harus menjadi pencerah dan pencerdas. Jangan ikut-ikutan, menjadi ikut aktivistik stigmatisasi dan covidisasi, karena nanti malah tak bertanggung jawab,” tegas Haedar. (*)